Persona

Sosok Lina Soeratman, Perempuan Tangguh yang Gemar Membantu Masyarakat Wilayah Indonesia Timur

District Governor Rotary District 3420, Lina Soeratman dikenal sebagai perempuan tangguh serta memiliki kepedulian dan jiwa sosial yang tinggi.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
Istimewa
Lina Soeratman, District Governor Rotary District 3420. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - District Governor Rotary District 3420, Lina Soeratman dikenal sebagai perempuan tangguh serta memiliki kepedulian dan jiwa sosial yang tinggi.

Lina, sapaan akrabnya, sejak berkiprah di dalam Rotary pada tahun 1999,  telah memberikan manfaat kepada  banyak orang.

Hingga mengemban jabatan District Governor Rotary District 3420 periode 2022-2023, perempuan kelahiran Kota Semarang ini menekankan, Rotary adalah organisasi internasional yang bergerak untuk perdamaian dunia dengan mengerjakan 7 area fokus.

"Yaitu Focus Environment, Community Economic Development, Basic Education and Literacy, Peacebuilding Conflict, Prevention Disease, Prevention Treatment Water Sanitation Hygiene dan Maternal Child and Health," ujar Lina, Sabtu (1/10/2022).

Bersama anggota Rotary lainnya, Lina meningkatkan kegiatan kemanusiaan agar berdampak lebih besar,  memperluas jangkauan, meningkatkan keterlibatan anggota dan kemampuan beradaptasi.

"Kebetulan wilayah 3420 mencakup sebagian Jawa Tengah hingga Papua. Bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang ada di wilayah Indonesia timur seperti NTB, NTT dan Papua yang hingga saat ini masih menghadapi sejumlah permasalahan. Mulai soal kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan, gizi buruk (stunting) dan minimnya akses pendidikan," jelasnya.

Banyaknya anak-anak stunting membuat Rotary menciptakan program Rotary Prevent Stunting. Dengan bekerja sama sekolah dasar, mendirikan kebun sekolah lalu ditanami makanan lokal bergizi yang diharapkan agar anak-anak menjadi lebih sehat. Harapannya, agar pengetahuan gizi dan kesehatan sudah siap sampai melahirkan bayi tidak stunting

Adapun project kaki palsu yang dilakukan oleh Rotary Club Surabaya Timur, lanjut dia, adalah salah satu bidang kesehatan yang bertujuan untuk membantu orang-orang setelah dilakukan amputasi untuk diberikan kaki palsu hingga mempunyai harapan agar dapat bekerja dan bergerak kembali.

"Dengan memberikan kaki palsu, mereka yang diamputasi karena tumor, kecelakaan, kehilangan semangat hidup karena kesulitan bergerak. Terutama dari kalangan tidak mampu. Semoga menjadi lebih bersemangat beraktivitas kembali," ucapnya.

"Pemberian kaki palsu, memberikan optimisme bergerak ke area fokus yang lain Economy Community Development. Rotary telah memberikan energinya kepada orang-orang yang membutuhkan untuk mendapatkan kehidupan lebih baik lagi," sambungnya.

Di sisi lain, ibu dua anak tersebut mengungkapkan, Rotary ikut membantu warga memberikan pendampingan, penyuluhan dan pelatihan kegiatan UMKM sebagai salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan di tengah situasi perekonomian yang bisa dibilang belum stabil. 

Sementara itu, Lina menilai, isu kemiskinan yang berakibat pada berkurangnya asupan gizi ibu hamil dan anak sehingga muncul kasus gizi buruk atau stunting menjadi salah satu fokus, terutama di wilayah Indonesia Timur. Belum lagi soal buruknya fasilitas sanitasi dan air bersih. 

"Kemiskinan juga berdampak pada minimnya akses pendidikan untuk anak-anak. Masih banyak di antara mereka yang belum bisa membaca, apalagi mengenyam pendidikan formal. Karena itu proyek pendampingan kepada tenaga pengajar di daerah terpencil, pemberian buku bacaan, pendirian perpustakaan (mobile dan permanen) dan pemberian beasiswa, tentunya terus kami lakukan," jelasnya.

​Tak kalah penting soal pemberdayaan perempuan, lanjut Lina, khususnya mereka yang berusia muda atau remaja.

Rotary berpendapat, ketika para gadis remaja ini memiliki keterampilan untuk memproduksi barang bernilai ekonomi tinggi, maka ia sudah selangkah lebih pasti menyelamatkan hidup dan keluarganya di kemudian hari. Serta,  terhindar dari resiko menikah muda dan terhindar pula dari KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang tak jarang akibat himpitan ekonomi.

"Dari sisi lingkungan isu pemanasan global masih juga belum terselesaikan. Aksi penanaman pohon, penggunaan bahan organik dalam keseharian, ataupun kegiatan ekonomi sirkular yang mampu memanfaatkan produk hasil daur ulang kiranya harus secara masif dilakukan karena kita sedang berpacu menyelamatkan kondisi bumi," katanya.

​"Sementara itu, situasi perdamaian dunia di sejumlah negara yang bertikai cukup memprihatinkan. Membantu para pengungsi jadi salah satu fokus Rotary Internasional untuk ikut berperan menjaga perdamaian dunia. Namun yang juga tak kalah penting, bagaimana memupuk rasa persatuan sejak dini di antara keberagaman tanpa membedakan warna kulit, suku, bahasa, status sosial ataupun agama," imbuh Lina.

Lina berpesan kepada seluruh anggota Rotary untuk tidak menutup diri bekerja sama dengan organisasi lainnya, karena apa yang dikerjakan bukan hal mudah dan tentu  membutuhkan masukan maupun bantuan dari berbagai pihak yang memiliki visi dan misi  sejalan dengan Rotary.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved