Berita Surabaya

Gubernur Jatim Khofifah Ajak Masyarakat Maknai Nilai Luhur Pancasila

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen bangsa untuk memaknai momentum Hari Kesaktian Pancasila

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/fatimatuz zahroh
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (1/10/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen bangsa untuk memaknai momentum Hari Kesaktian Pancasila sebagai kekuatan bagi Indonesia untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

Hal itu disampaikannya saat memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (1/10/2022).

Dikatakannya, ada lima intisari sila Pancasila yang mengandung nilai-nilai luhur dan sepatutnya menjadi pedoman dalam menjalankan segala aktivitas bermasyarakat, termasuk di lingkup pemerintahan.

"Ada nilai religiusitas di dalamnya, ada nilai humanitas di dalamnya, ada nilai nasionalitas di dalamnya, ada nilai demokrasi didalamnya, ada nilai keadilan sosial di dalamnya," jelasnya.

Senada dengan tema Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2022 Bangkit Bergerak Bersama Pancasila, Gubernur Khofifah menjelaskan, makna Pancasila bukan sekedar sebagai ideologi negara dan falsafah bangsa tetapi sebagai kekuatan untuk bersama-sama bergerak.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menjelaskan yang lebih penting dari nilai-nilai luhur Pancasila adalah bagaimana setiap elemen bangsa mampu mengimplementasikan seluruh nilai luhur tersebut.

Termasuk pengimplementasiannya dalam upaya-upaya yang dilakukan untuk pulih dari Covid-19.

"Religiusitas, kemudian humanitas, kemudian nasionalitas, kemudian demokrasi dan keadilan sosial betul-betul bisa dijalankan, dilaksanakan, diamalkan akan menjadi kekuatan yang luar biasa," jelasnya.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menjelaskan nilai religiusitas diimplementasikan melalui ajakan melakukan pendekatan spiritual untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

Seperti ajakan Gubernur Khofifah dengan membaca shalawat Thibbil Qulub dan Li Khomsatun.

Kemudian nilai humanitas, lanjut Gubernur Khofifah dilakukan dengan memberikan sapaan dan suntikan semangat kepada masyarakat yang saat itu sempat terpapar Covid-19. Hal tersebut tentu menjadi dorongan tersendiri bagi mereka untuk segera bangkit sehat.

Lalu nilai nasionalitas tampak dari Gubernur Khofifah yang melibatkan semua pihak dan semua elemen masyarakat untuk bersama-sama mencapai target vaksinasi di Jawa Timur baik dosis 1, 2, maupun booster.

Sementara nilai demokrasi tercermin dari pelibatan berbagai aspek seperti TNI Polri, Para dokter, pakar kesehatan yang diminta Gubernur Khofifah untuk memberikan masukan agar Covid-19 semakin melandai.

Juga melibatkan Bank Indonesia, BPS untuk memberikan referensi dan insight untuk mengambil kebijakan terkait pemulihan ekonomi Jawa Timur.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved