Berita Mojokerto

BPBD Antisipasi Kebakaran Lahan Saat Puncak Musim Kemarau di Kabupaten Mojokerto

Setidaknya ada 24 kejadian kebakaran lahan dalam kurun waktu dua bulan Agustus hingga September 2022.

surya.co.id/mohammad romadoni
Tim gabungan BPBD saat simulasi pemadaman api saat kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Mojokerto. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO- Memasuki puncak musim kemarau tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto siaga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Apalagi, pembakaran lahan yang diduga sengaja dibakar kini semakin marak di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Setidaknya ada 24 kejadian kebakaran lahan dalam kurun waktu dua bulan Agustus hingga September 2022 di Kabupaten Mojokerto

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Djoko Supangkat mengatakan penyebab kejadian kebakaran lahan paling banyak yakni dipicu akibat kelalaian manusia.

"Total ada 24 kejadian kebakaran lahan sepeda lahan tebu dan ilalang yakni sembilan kali di bulan Agustus dan 15 kali di bulan September ini," jelasnya, Jumat (30/9/2022).

Menurut dia, kebakaran lahan dan hutan bukan dipengaruhi perubahan suhu di puncak kemarau yang mencapai sekitar 33-34 derajat celsius menjadi 35-36 derajat celsius di wilayah Kabupaten Mojokerto.

"Penyebab kebakaran lahan bukan karena peningkatan suhu maupun faktor alam namun ada indikasi akibat kelalaian manusia," ungkapnya.

Djoko menjelaskan perubahan suhu panas di musim kemarau hanya menyebabkan lahan kering sehingga mudah terbakar.

Namun paling banyak pemicu kebakaran akibat kelalaian masyarakat yang menyalakan api hingga merembet membakar lahan.

"Jadi bukan faktor alam justru ada orang yang bakar-bakar disekitar lahan dan ditinggal sehingga api merembet membakar lahan," bebernya.

Tim gabungan BPBD Kabupaten Mojokerto juga secara masif melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak membuat api atau membakar sampah di sekitar lahan apalagi secara sengaja membakar ladang terutama lahan tebu.

Membakar sampah di dekat lahan kering akibatnya fatal bisa merembet membakar lahan hingga bangunan yang ada di sekitarnya.

"Kami imbau masyarakat tidak sembarangan bakar-bakar sampah atau menyalakan api di dekat lahan kering yang mudah terbakar karena itu bisa memicu kebakaran," pungkasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved