Berita Bangkalan

Bangkalan Diterjang Angin Kencang, Pelintas Jembatan Suramadu Tujuan Surabaya Memilih Putar Balik

Angin kencang robohkan sejumlah pohon di Kelurahan Mlajah hingga memaksa pelintas Jembatan Suramadu tujuan Surabaya balik kanan.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/ahmad faisol
Pohon tumbang di kawasan Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan setelah angin kencang menerjang lebih dari satu jam di beberapa wilayah di Kabupaten Bangkalan termasuk di kawasan Jembatan Suramadu, Sabtu (1/10/2022) 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Suara gemuruh angin tiba-tiba memecah keheningan siang hari selepas waktu adzan Dzuhur di sejumlah wilayah di Kabupaten Bangkalan, Sabtu (1/10/2022).

Lebih dari satu jam, angin kencang robohkan sejumlah pohon di Kelurahan Mlajah hingga memaksa pelintas Jembatan Suramadu tujuan Surabaya balik kanan.

Syaiful (43), warga Kelurahan Pangeranan, Kota Bangkalan mengungkapkan, angin kencang mulai ia rasakan menghempas laju mobilnya ketika melintasi akses menuju Jembatan Suramadu sekitar pukul 13.00 WIB.

“Saat itu cuaca sedang mendung, gerakan pepohonan di sepanjang akses Jembatan Suramadu seolah menegaskan angin kencang tengah menerpa. Selepas bentang tengah Jembatan Suramadu, isteri meminta saya balik kanan karena Surabaya sedang hujan lebat,” ungkap Syaiful kepada SURYA.co.id.

Seperti halnya hujan yang meninggalkan genangan, terjangan angin kencang juga meninggalkan ranting berserakan, debu memenuhi latar rumah, bahkan pohon tumbang di Kelurahan Mlajah, Kecamatan Kota Bangkalan.

“Betul, (pohon tumbang) sudah tertangani,” ungkap Pj Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Rizal Morris ketika dihubungi SURYA.co.id.

Dalam dua hari terakhir, cuaca di Kabupaten Bangkalan kondisinya sangat terik bahkan hawa panas terasa hingga di malam hari.
Hujan sempat menyapa Bangkalan pada Kamis (30/9/2022) siang setelah hampir sebulan penuh ‘menghilang’.

“Telah terjadi gangguan atmosfer yang cukup signifikan dan menyebabkan kondisi atmosfer menjadi labil. Sehingga berpengaruh terhadap pembentukan awan-awan Cumulonimbus yang akan semakin intens dan dapat mengakibatkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang-lebat, petir, dan angin kencang,” jelas Rizal.

Ia memaparkan, beberapa wilayah di Jawa Timur sudah memasuki awal musim hujan dan sejumlah wilayah lainnya mengalami masa peralihan atau pancaroba.

Kondisi dinamika atmosfer terbaru terdapat gangguan gelombang atmosfer Rossby serta adanya daerah konvergensi di wilayah Jawa Timur.

Selain itu, lanjutnya, suhu permukaan air permukaan air laut perairan Jawa Timur yang masih cukup hangat dengan anomaly suhu muka laut berkisar antara +0.5 sampai dengan +2.5 derajat celcius. Serta masih adanya fenomena La Nina lemah.

Rizal memaparkan, potensi hujan di Jawa Timur diperkirakan terjadi pada 30 September-06 Oktober 2022. Seperti di wilayah Tuban, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Kabupaten/Kota Mojokerto, Jombang, Lamongan, Bojonegoro, Nganjuk, Kabupaten/Kota Madiun, hingga Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, pohon tumbang, potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, hingga jalan licin akibat genangan air,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved