Berita Surabaya

Jelang Musim Penghujan, Pemkot Kebut Pengerjaan 55 Saluran Air di Surabaya

Pemkot Surabaya mengebut penyelesaian 55 titik saluran air di beberapa penjuru kota, harapannya, ini bisa mengantisipasi genangan saat musim penghujan

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau pembangunan saluran air di Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemkot Surabaya mengebut penyelesaian 55 titik saluran di beberapa penjuru kota. Harapannya, ini bisa mengantisipasi genangan saat musim penghujan tiba.

Pihak Pemkot Surabaya menjelaskan, pengerjaan seluruh titik dilakukan serentak di musim kemarau. Dengan demikian, saluran akan siap ketika air datang di musim penghujan.

Selain itu, pembangunan saluran di Surabaya juga banyak bersinggungan dengan saluran-saluran existing/masih aktif. Sehingga, apabila dilakukan pada musim hujan, pembangunan dikhawatirkan terhambat.

"Sehingga, konsentrasi (pembangunan) di musim panas ini. Terkumpul di beberapa bulan ini. Kami harus cepat untuk melakukan pekerjaan bersamaan," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya, Lilik Arijanto, Jumat (30/9/2022).

Lilik mengungkapkan, banyaknya titik saluran yang dibangun berdasarkan evaluasi musim penghujan sebelumnya. Yang mana, saat itu banyak titik genangan di beberapa kawasan. Di antaranya, Surabaya pusat dan selatan.

"Kami fokus di pusat kota, karena ketika hujan posisi genangan di pusat kota cukup tinggi," ungkap Lilik.

Akibatnya, kegiatan ekonomi yang banyak bertumpu di pusat menjadi terganggu.

"Banyak saluran yang kami kerjakan untuk menghubungkan saluran satu dengan yang lain," tambahnya.

Selama ini, saluran pembuangan di pusat kota bertumpu pada saluran brandgang yang ada di wilayah pusat Kota Surabaya. Saluran peninggalan Belanda dinilai sudah tak mampu menampung debit air saat ini.

"Kami membuat terobosan baru untuk membuat saluran yang mengarah ke pembuangan terdekat. Sehingga, kami membangun trase-trase yang berbeda dan ini tentunya akan mengakibatkan crosing-crosing di banyak jalan,” jelas Lilik.

Selain di Surabaya Pusat, pengerjaan juga banyak di Surabaya Selatan sebagai salah satu kawasan yang banyak menangkap air.

"Wilayah selatan itu wilayah cathment (aliran) area yang saluran-saluran pembuangannya itu terpanjang di Surabaya,” ujar Lilik.

Lilik juga mengakui, kawasan pusat dan selatan menjadi beberapa daerah yang padat kendaraan. Terutama, pada jam kerja.

Pembangunan saluran yang banyak memotong ruas jalan protokol pun menyebabkan sebagian pengguna jalan terganggu. Mulai dari banyaknya galian, penempatan box culvert di pinggir jalan, dan alat berat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved