Berita Lumajang

Harga BBM Naik, Pengusaha Pertashop di Lumajang Kelimpungan Akibat Sepi Pembeli

Kini banyak konsumen Pertamax melakukan migrasi ke Pertalite, membuat banyak usaha Pertashop di Kabupaten Lumajang kelimpungan.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Pembeli Pertashop di Lumajang sepi semenjak kenaikan harga BBM. 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG -  Kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) membuat anggaran untuk kebutuhan transportasi menjadi membengkak. Masyarakat sekarang lebih menghemat biaya pengeluaran untuk membeli BBM.

Kini banyak konsumen Pertamax melakukan migrasi ke Pertalite. Peralihan konsumen ini membuat banyak usaha Pertashop di Kabupaten Lumajang kelimpungan. Pembeli di Pertashop sepi.

Sebab, outlet franschise Pertamina yang dibangun untuk mendistribusikan bahan bakar minyak ke pelosok desa itu hanya menyediakan BBM Pertamax.

Mahendra, salah seorang pengusaha Pertashop di Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang mengatakan, sejak kenaikan BBM pertama tanggal 1 April 2022, omzet dagangannya turun drastis.

Sebelum naik, ia bisa menjual 700-1.000 liter per hari. Namun, sekarang ia hanya mampu menjual 100 liter per hari.

"Setelah kenaikan 1 April lalu, omzet saya anjlok drastis. Jadi banyak konsumen yang lebih memilih BBM langsung ke SPBU untuk Pertalite," kata Mahendra, Jumat (30/9/2022).

Turunnya peminat Pertamax membuat nasib usahanya diambang batas kolabs. Penjualan turun, tapi setiap bulan dia harus membayar biaya operasional listrik maupun gaji karyawan.

Belum lagi, dia juga masih terdaftar sebagai debitur, karena dulunya membangun usaha Pertashop dengan meminjam modal ke bank.

"Kalau gini terus, pening saya tiap bulan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pertashop Lumajang, Roni Santoso mengatakan, jumlah Pertashop di Kota Pisang ada sebanyak 35 outlet.

Harga Pertamax terbaru membuat semua pengusaha Pertashop selalu nombok. Karena idealnya, untuk bisa balik modal dalam sehari Pertashop minimal harus bisa menjual 400 liter.

"Harapan kami dengan turunnya harga minyak dunia, kalau bisa BBM turun lagi. Di Makassar sudah banyak yang tutup, ini di Lumajang sudah 75 persen hampir tutup juga," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved