Berita Nganjuk

Dieksekusi atas Kasus Korupsi, 2 Mantan Camat di Nganjuk Hanya Membayar Denda Rp 50 Juta

Apabila para terpidana tidak mampu membayar denda, maka para terpidana harus menjalani pidana kurungan selama 3 bulan di penjara

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Salah satu mantan camat di Nganjuk terpidana kasus korupsi menand tangani berita acara eksekusi sesuai putusan MA. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk menjalankan Putusan Mahkamah Agung (MA) untuk mengeksekusi dua mantan camat yang menjadi terdakwa korupsi. Keduanya sebelumnya sudah menjadi terdakwa dalam dugaan peneriman dan pemberian uang dalam mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk.

Dua mantan camat yang dieksekusi itu masing-masing adalah mantan Camat Berbek, Hariyanto dan mantan Camat Tanjunganom, Edie Srianto.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Nganjuk, Andie Wicaksono menjelaskan, dalam putusan MA tersebut para terpidana harus menjalani hukuman penjara selama 1 (satu) tahun 3 (tiga) bulan dan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

"Tetapi karena kedua mantan camat itu telah menjalani pidana pokok berupa pidana selama 1 tahun 3 bulan penjara, maka para terpidana tersebut harus membayar denda. Apabila para terpidana tidak mampu membayar denda, maka para terpidana harus menjalani pidana kurungan selama 3 bulan di penjara,” kata Andie, Kamis (29/9/2022)

Dikatakan Andie, para terpidana tersebut saat ini masih membutuhkan waktu untuk melakukan pembayaran denda sesuai dengan surat pernyataan yang telah ditandatanganinya. "Dalam proses ini kami menunggu dua terpidana memenuhi pembayaran denda itu sebelum mengeksekusinya kembali ke penjara sebagai pengganti denda," tandas Andie.

Seperti diketahui, dua terpidana tersebut terbukti bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi dalam Penerimaan dan Pemberian Uang dalam Mutasi Jabatan di Lingkungan Pemkab Nganjuk.

Perbuatan tersebut melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya, pada tanggal 19 September 2022, jaksa eksekutor juga telah melakukan eksekusi terhadap 3 orang terpidana mantan camat. Ketiganya adalah mantan Camat Pace, Dupriono; mantan Camat Sukomoro, Tri Basuki Widodo; dan mantan Camat Loceret, Bambang Subagio. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved