Berita Kota Kediri

Visi RPJMD Kota Kediri 2020-2024 Fokus pada Pemulihan Ekonomi, Kemiskinan Meningkat Selama Pandemi

Dalam mencapai target pembangunan tahun 2022, Wali Kota Kediri memaparkan, telah dilakukan penguatan SAKIP.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar memaparkan visi RPJMD Kota Kediri tahun 2020 - 2024 melalui Zoom meeting, Rabu (28/9/2022). 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar memaparkan visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kediri tahun 2020 - 2024, Rabu (28/9/2022). Pemaparan dilakukan melalui Zoom meeting dalam pelaksanaan Evaluasi RB dan SAKIP di lingkungan Pemprov Jatim dan Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

"Tema RKPD tahun 2022 adalah pemulihan ekonomi dan peningkatan infrastruktur daerah. Tahun 2022 merupakan tahun percepatan pemulihan ekonomi yang sudah dilakukan sejak 2021," kata Abu Bakar.

Dalam mencapai target pembangunan tahun 2022, Wali Kota Kediri memaparkan, telah dilakukan penguatan SAKIP. Ada lima langkah yang dilakukan. Pertama komitmen pimpinan, di mana kepala perangkat daerah berkomitmen menerapkan SAKIP dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan.

Kedua, kontribusi perangkat daerah terhadap capaian kinerja semakin besar. Kepala perangkat daerah wajib memahami target kinerja sesuai kewenangannya dan mengalokasikan anggaran perangkat daerah menggunakan money follow program serta fokus pada prioritas pembangunan.

Ketiga, cascading kinerja dengan penyempurnaan seluruh dokumen perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja. Keempat, implementasi budaya kinerja. Penilaian kinerja hingga level individu dijadikan dasar dalam pemberian reward dan punishment terhadap perangkat daerah melalui PUSDASIP.

Kelima, penerapan e-planning, e-budgeting, dan e-kinerja. "Penerapan aplikasi perencanaan lalu penganggaran dan penilaian kinerja untuk mempermudah penilaian kinerja," ungkap Abu Bakar.

Wali Kota Kediri menambahkan ada beberapa prioritas pembangunan di tahun 2022 sesuai dengan isu strategis tahun 2022. Isu strategis pertama, adalah pasca pandemi Covid-19 perekonomian belum pulih.

Pemkot Kediri melakukan prioritas pemulihan ekonomi kerakyatan dengan penciptaan wirausaha baru. Juga melalui pemberian bantuan modal koperasi dan UMKM, kredit lunak, serta belanja APBD untuk UMKM.

Isu selanjutnya, dua tahun berturut-turut angka kemiskinan dan pengangguran naik. Sehingga Pemkot Kediri fokus peningkatkan kualitas daya saing SDM dengan bantuan pendidikan bagi mahasiswa tidak mampu, peningkatan cakupan JKN, pelatihan kerja berbasis kompetensi, dan jaring perlindungan sosial.

Isu ketiga adalah pemenuhan sarana prasarana pelayanan dasar. Dilakukan pembangunan infrastruktur bidang pendidikan dan kesehatan serta pendukung perekonomian, dan peningkatan kualitas lingkungan hidup serta ketahanan bencana.

"Kita lakukan rehabilitasi dan pembangunan gedung sekolah, rehabilitasi rumah sakit tipe C, rehabilitasi melalui padat karya. Seperti jalan, jembatan dan drainase. Lalu juga pembangunan RTH skala kelurahan dan pembangunan kelurahan tanggap bencana," jelasnya.

Dalam meeting itu, wali kota menjelaskan mengenai 9 Indikator Kinerja Utama di Kota Kediri. Dari indikator Indeks Reformasi Birokrasi pada 2019, Kota Kediri mencapai angka 59,65, kemudian pada tahun 2020 menjadi 58,11 (CC), disusul tahun 2021 naik menjadi 60,37 (B).

Sementara Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) masuk kategori Baik dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. IKM pada 2019 sebesar 3,41, tahun 2020 sebesar 3,48, dan tahun 2022 sebesar 3,51. Sementara indikator level smart city tahun 2019 sebesar 2,87, tahun 2020 sebesar 2,87, dan tahun 2021 meningkat sebesar 3,06.

Kemudian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat di tahun 2019 sebesar 78,08, tahun 2020 sebesar 78,23, dan pada tahun 2021 sebesar 78,6. Sedangkan Indeks Kerukunan Antar Umat Beragama masuk dalam kategori tinggi. Pada tahun 2019 sebesar 3,91, tahun 2020 sebesar 3,91, dan tahun 2021 sebesar 3,97.

Selanjutnya Indeks Kota Layak Huni masuk kategori cukup dan nilainya terus meningkat. Pada tahun 2019 sebesar 70,37, tahun 2020 sebesar 72,6 , dan tahun 2021 sebesar 77,8.

Sementara pertumbuhan ekonomi, tahun 2019 sebesar 5,47 persen lalu di tahun 2020 terkoreksi akibat pandemi sehingga menjadi -6,25 persen. Di tahun 2021 pertumbuhan ekonomi bergerak naik di angka 2,05 persen.
Indeks Gizi tahun 2019 sebesar 0,321, tahun 2020 sebesar 0,346, dan tahun 2021 sebesar 0,374.

Sementara untuk tingkat kemiskinan tahun 2019 sebesar 7,16 persen pada tahun 2020 7,69 persen dan pada tahun 2021 sebesar 7,75 persen. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved