Pemilu 2024

Tiga Kecamatan di Kabupaten Jember Kurang Pendaftar Perempuan untuk Panwascam

Tiga kecamatan di Kabupaten Jember masih kekurangan pendaftar perempuan untuk Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kecamatan.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/sri wahyunik
Suasana pendaftaran Panwaslu kecamatan di Kantor Bawaslu Jember di hari terakhir, Selasa (27/9/2022) 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Tiga kecamatan di Kabupaten Jember masih kekurangan pendaftar perempuan untuk Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam).

Hal ini diketahui setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menutup masa pendaftaran Panwaslu kecamatan pada 27 September kemarin.

Ketiga kecamatan yang kurang pendaftar perempuan itu adalah Tempurejo, Ledokombo, dan Sumberjambe.

Untuk Kecamatan Tempurejo dan Ledokombo, masing-masing hanya ada satu orang pendaftar perempuan, sedangkan di Kecamatan Sumberjambe tidak ada seorang pun pendaftar perempuan.

Padahal di aturan terbaru terkait pendaftaran Panwascam, harus terpenuhi minimal kuota 30 persen perempuan di tahapan pendaftaran tersebut.

Nantinya di setiap kecamatan bakal ada tiga orang Panwaslu.

Di tahapan seleksi administrasi, minimal dibutuhkan dua kali kebutuhan atau enam orang.

Artinya, di setiap kecamatan dibutuhkan dua orang perempuan, untuk kemudian diseleksi lagi ke tahap selanjutnya.

Komisioner Bawaslu Jember Divisi SDM dan Organisasi Andhika A Firmansyah mengatakan, hingga masa penutupan pendaftaran Panwaslu kecamatan kemarin, total ada 637 orang pendaftar.

"Laki-laki ada 493 orang, perempuan ada 144 orang. Dan ada tiga kecamatan yang kurang keterwakilan perempuan, yakni Tempurejo, Ledokombo, dan Sumberjambe," ujar Andhika, Rabu (28/9/2022).

Selanjutnya, Bawaslu Jember bakal melakukan penelitian berkas. Penelitian berkas dilakukan mulai 28 - 30 September.

"Tanggal 1 Oktober nanti akan kami umumkan hasil penelitian berkas, termasuk apakah ada kekurangan keterwakilan dari kecamatan lain dari hasil penelitian berkas tersebut," imbuh Andhika.

Karenanya, pihaknya bakal melakukan perpanjangan untuk pendaftaran kekurangan keterwakilan perempuan itu mulai 1 Oktober nanti, selama tujuh hari.

"Dan sebagai tambahan, untuk pendaftaran perempuan, tidak harus sesuai dengan alamat domisili. Prinsipnya, warga yang ber-KTP di wilayah Jember bisa mendaftar di wilayah (kecamatan) mana pun di Jember," tegas Andhika.

Terkait minimnya pendaftar keterwakilan perempuan ini, kata Andhika, ada beberapa faktor antara lain persepsi jika pekerjaan Panwaslu itu berat seperti penertiban baliho kampanye, rapat-rapat atau juga pengawasan sampai malam hari.

"Juga masih minimnya pengetahuan tentang tugas Panwaslu kecamatan. Padahal kami sudah kerap melakukan sosialisasi perihal keterlibatan perempuan di Pemilu, termasuk pengawas di dalamnya," imbuhnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved