Berita Surabaya

Kebun Raya Mangrove Surabaya Siap Dibuka Akhir Tahun, Dilengkapi Wisata Susur Sungai Hingga ATV

Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya di kawasan Gunung Anyar dan Medokan Sawah siap dibuka dengan konsep baru pada akhir Desember mendatang.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau proyek Kebun Raya Mangrove Surabaya di kawasan Gunung Anyar dan Medokan Sawah, Rabu (28/9/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya di kawasan Gunung Anyar dan Medokan Sawah siap dibuka dengan konsep baru pada akhir Desember mendatang.

Selain berkonsep edukasi, tempat ini juga menyediakan berbagai wahana yang ramah keluarga.

“Kota Surabaya adalah kota besar yang sangat amazing. Mangrove Gunung Anyar dan Medokan Sawah akan kami ekspose menjadi ikon baru Kota Surabaya,” kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Cak Eri) saat meninjau lokasi, Rabu (28/9/2022).

Di Mangrove Medokan Sawah, terdapat berbagai wahana. Mulai dari wahana perahu atau susur sungai, sepeda air, ATV, spot foto dan spot kuliner.

Harapannya, ini akan menjadi alternatif wisata alam di kawasan Surabaya Timur, seperti halnya di kawasan Adventure Land Romokalisari yang baru saja dibuka pekan lalu di Surabaya Barat.

“Kalau di sana (Romokalisari) adventure (petualangan), kalau di sini (menonjolkan) edukasi dan tempat penelitian. Selain wisata, ini juga bisa sekaligus mengajarkan anak-anak kita untuk mencintai alam,” jelas Cak Eri.

Sedangkan kawasan mangrove di Gunung Anyar akan menonjolkan konsep edukasi. Kawasan ini dilengkapi wahana perahu atau susur sungai yang akan mengantar pengunjung menikmati eksotis Mangrove Gunung Anyar.

“Sepanjang susur sungai itu, kita akan melihat 57 spesies tumbuhan mangrove dan 28 jenis burung. Selain menggunakan perahu, juga akan ada jet ski,” urainya.

Mangrove Gunung Anyar juga akan dilengkapi auditorium dan ruangan pameran. Berbagai spesies tumbuhan mangrove maupun hewan yang ada di Mangrove Gunung Anyar dan Medokan Sawah akan dipamerkan.

“Konsepnya di sini adalah “Kebun Raya Mangrove,” ujarnya.

Mangrove Gunung Anyar dan Medokan Sawah akan dihubungkan melalui sebuah jembatan. Sehingga, pengunjung bisa mencoba kedua kawasan ini dalam satu rangkaian wisata.

“Ini yang akan kami satukan, dan ini menunjukkan bahwa Surabaya kota kedua terbesar di Indonesia, tetapi ada keindahan alam yang tersimpan di Kebun Raya Mangrove. Baik itu untuk edukasi, penelitian, serta menjadi wisata alam di Surabaya,” jelas mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Pengembangan tak hanya dilakukan tahun ini, namun juga tahun depan. Di 2023, kawasan wisata alam akan dilengkapi spot foto, edukasi hingga wisata bermain anak (outbound).

”Insya Allah Desember 2022 sudah selesai dan kami sempurnakan lagi di tahun 2023. Ada eksotika alam yang akan kami ekspose dan saya yakin akan menjadi jujukan yang luar biasa,” tandas Cak Eri.

Sementara, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) telah berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Akhir tahun ditargetkan predikat Kebun Raya Mangrove pertama di Indonesia bisa disematkan ke kawasan tersebut.

”Masukan dan saran dari Pak Wali Kota kami tindaklanjuti. Seperti konsep desain wisata yang akan mengajak wisatawan menikmati susur sungai,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti.

Nantinya, kawasan ini akan menghadirkan wisatawan lokal maupun asing.

”Paling tidak ka,o harus menyiapkan infrastrukturnya sesuai dengan standar internasional. Tentunya kami akan memperhatikan banyak aspek area konservasi. Selain sebagai resort dan edukasi, kami harus memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat sekitar dan tidak mengganggu biota yang ada di sini,” papar Antiek.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved