Berita Gresik

Kades di Gresik Tolak Somasi Lembaga Investasi, Tegaskan Hanya Memediasi Korban Yang Dirugikan

Terkait somasi dalam waktu 2x24 jam untuk permintaan maaf di media massa, Kades Abdul Halim menyatakan menolak

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochamad sugiyono
Pertemuan Kades Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah Abdul Halim bersama kuasa hukum Rachmad Rofik dan anggota PT Wisefx di Balai Desa Sekapuk, Gresik, Selasa (27/9/2022) lalu. 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Gara-gara mencoba menengahi atau memediasi antara operator investasi dengan beberapa anggotanya yang mengaku menjadi korban, Kepala Desa (Kades) Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Abdul Halim, malah mendapat somasi.

Somasi tersebut datang dari PT Wisefx yang dikelola Rachmad Rofik (45), warga Desa Sekapuk, melalui kuasa hukumnya, Selasa (27/9/2022) lalu. Alasan Wisefx melayangkan somasi, karena kades dituding menyebar berita bohong alias hoaks terkait investasi tersebut.

Tetapi Kades Abdul Halim menolak atas somasi dengan alasan di atas, sehingga itu melayangkan pemanggilan kapada Rachmad Rofik alias Gus Fik selaku pemilik PT Wisefx. Menurut Abdul Halim, pihaknya sengaja mengundang Gus Fik pada Jumat lalu, karena Pemdes Sekapuk kedatangan masyarakat Sekapuk dan dari luar Sekapuk sekitar 13 orang.

"Sedikitnya ada 15 orang anggota investasi di PT Wisefx yang mengadukan kepada kami. Bahwa, total uang yang masih di PT Wisefx sekitar Rp 7 miliar. Sebab banyak peserta investasi dari Desa Sekapuk. Beberapa kecamatan dan puluhan guru dari Kabupaten Lamongan," tutur Abdul Halim.

Lebih lanjut Abdul Halim menambahkan, bahwa ada anggota PT Wisefx yang mengaku dijanjikan keuntungan dan jika dalam waktu 3 bulan tidak mendapatkan keuntungan, modal akan dikembalikan.

"Akan tetapi, yang dirasakan mereka (sebagian anggota PT Wisefx), sejak Mei sampai September 2022 kemarin, tidak dapat apa-apa. Dan sudah beberapa kali datang ke rumah (Gus Fik) malah mendapatkan ancaman dan jawaban yang tidak menyenangkan," imbuhnya.

"Dari itu, mereka meminta bantuan mediasi secara kekeluargaan. Sebab sebagian mereka tidak mengantongi hitam di atas putih (perjanjian), walaupun sudah menyerahkan ratusan juta kepada saudara Rofik," terang kades.

Terkait somasi dalam waktu 2x24 jam untuk permintaan maaf di media massa, Kades Abdul Halim menyatakan menolak. "Saya disomasi untuk meminta maaf dalam waktu 2x24 jam. Dari kesempatan ini, saya sebagai kades tidak meminta maaf. Saya tidak bersalah. Saya telah menjalankan sumpah jabatan sesuai amanah undang-undang desa yang diamanahkan kepada saya," tegasnya.

Sementara kuasa hukum Rachmad Rofik yaitu Umi Khulsum dan Agoen Boedhiantara datang memenuhi undangan Kades Sekapuk. Keduanya juga menyampaikan surat somasi kepada Kades Abdul Halim sebab dinilai ada berita hoaks terhadap anggota PT Wisefx.

"Kami datang ke sini atas undangan pak kades yang disampaikan klien saya yaitu saudara Rachmad Rofik. Dan untuk memberikan somasi, sebab ada informasi yang disampaikan hoaks," kata Umi Khulsum.

Dari pertemuan bersama kades dan beberapa anggota PT Wisefx tersebut, Umi Khulsum mengatakan akan menyampaikan kepada Rachmad Rofik untuk mencari jalan keluar. "Maka, akan kami sampaikan dari hasil pertemuan ini, agar ada kesepakatan bersama," tambahnya.

Terpisah, Rachmad Rofik mengatakan, tidak benar sama sekali tidak ada yang tidak pernah memperoleh keuntungan selama ikut PT Wisefx. Karena sudah ada transfer sebesar Rp 4,3 miliar mulai awal November sampai Mei 2022. "Bahkan di tahun 2019, ada dividen Rp 5 miliar yang juga dibagikan saat kondisi pasar baik," tegasnya.

Lebih lanjut Gus Fik menambahkan bahwa di dalam grup anggota PT Wisefx masih kondusif dan Gus Fik tetap beriktikad baik memberikan pengembalian (refund). "Dalam Undang-undang Pasal 1244 dan 1244 KUH Perdata, refund tidak perlu dilakukan. Namun Gus ik tetap beriktikad baik memberikan refund secara bertahap," tandasnya. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved