Berita Surabaya

Lebih dari 400 Orang Daftar Calon Panwascam di Surabaya, Kader Parpol Langsung Dicoret

Bawaslu Surabaya menerima ratusan pendaftar calon Panwascam, beberapa di antaranya terindikasi sebagai kader partai politik.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya menerima ratusan pendaftar pada masa penjaringan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam), 21-27 September 2022. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya menerima ratusan pendaftar pada masa penjaringan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam), 21-27 September 2022. Beberapa di antaranya terindikasi sebagai kader partai politik.

"Di hari terakhir pendaftaran, peserta terlihat lebih banyak. Hingga pukul 14.00, total berkas pendaftar yang kami terima selama 7 hari mencapai 421 orang," kata Ketua Bawaslu Surabaya, M Agil Akbar, Selasa (27/9/2022).

"Jumlah tersebut masih bisa bertambah. Sebab, masih ada waktu hingga pukul 17.00 WIB. Selain itu, kami juga membuka pendaftaran via online dan pos. Ini belum kami cek," lanjutnya.

Terkait jumlah tersebut, pihaknya optimistis jumlah pendaftar akan memenuhi kuota di masing-masing kecamatan. Yang mana, jumlah pendaftar di tiap kecamatan minimal berjumlah 6 orang. Termasuk, keikutsertaan perempuan sebagai calon Panwascam.

"Kami akan cek lebih lanjut. Termasuk, afirmasi perempuan pada pengawasan di Bawaslu. Kami harus mematuhi Pedoman dari Bawaslu RI yang mensyaratkan minimal ada dua orang pendaftar perempuan di tiap kecamatan. Apabila kurang, kami harus menambah masa pendaftaran selama lima hari kalender," ujar Agil.

Dari 31 kecamatan di Surabaya, imbuh Agil,  pihaknya optimis jumlah pendaftar perempuan telah mencukupi.

"Kami rekap dulu kemudian pleno. Kemudian, kami sampaikan kepada publik soal perpanjangan atau tidak. Namun, melihat antusias pendaftar hingga saat ini, kami optimistis tak ada perpanjangan waktu. Hari ini lumayan banyak untuk pendaftar perempuan," jelasnya.

Dari proses pendaftaran tersebut, pihaknya mengakui menerima calon Panwascam yang menjadi simpatisan partai politik (parpol). Baik sebagai pengurus maupun anggota. Ini terlihat saat pengecekan nama dalam aplikasi Sistem Informasi Partai Politik.

"Kami memfasilitasi pendaftar untuk mengecek NIK yang bersangkutan apakah masuk dalam keanggotaan partai," ungkapnya.

Apabila namanya masuk sebagai simpatisan partai, maka yang bersangkutan akan diklarifikasi. Apabila bukan sebagai anggota partai, yang bersangkutan masih bisa mengikuti proses seleksi selanjutnya.

"Kalau ia mengaku bukan anggota partai dan namanya "dicatut" sebagai anggota partai, kami berikan formulir aduan masyarakat. Selanjutnya kami sampaikan kepada KPU untuk selanjutnya dicoret dari daftar keanggotaan partai," jelas Agil lagi.

Sebaliknya, apabila memang sebagai anggota partai, maka yang bersangkutan akan langsung dinyatakan tak lolos pendaftaran.

"Otomatis tidak memenuhi syarat. Prinsipnya, kami tanyakan, menjadi anggota partai atau penyelenggara negara," Agil menuturkan.

Ia mengakui, banyak pendaftar yang NIK KTP-nya masuk dalam daftar anggota partai politik.

"Tiap hari mungkin ada sekitar 4-5 orang," Agil mengungkapkan.

Selain dari partai, pendaftar juga banyak berasal dari mantan petugas penyelenggara pemilu. Menurut Agil, pengalaman sebagai petugas Pemilu menjadi salah satu indikator kecakapan soal kepemiluan.

"Indikatornya, pendaftar pernah aktif menjadi salah satu sebagai penyelenggara. Baik sebagai PPK, PPS, KPPS, Panwascam, atau pun Panwaslu Kelurahan. Ini masuk menjadi indikator penilaian," kata mantan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wonocolo ini.

Pada tahapan berikutnya, pihaknya akan melakukan verifikasi administrasi dengan mengecek dokumen pendaftar. Berikutnya, pihaknya akan mengumumkan nama-nama calon Panwascam yang lolos seleksi administrasi dan waktu serta tempat tes online.

"Bagi yang lolos seluruh seleksi Panwascam, pelantikan akan dilakukan akhir Oktober. Kami akan menyamakan serentak bersama teman-teman Panwascam di kabupaten/kota lain sehingga bisa serentak," tandas Agil.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved