Kartu Prakerja

Benarkah Kartu Prakerja Gelombang 45 Jadi Gelombang Terakhir di 2022? Ini Penjelasan Penyelenggara

Benarkah Kartu Prakerja gelombang 45 jadi gelombang terakhir di 2022? Simak penjelasan pihak penyelenggara di sini.

Penulis: Arum Puspita | Editor: Iksan Fauzi
INSTAGRAM
ILUSTRASI Kartu Prakerja. Benarkah Kartu Prakerja Gelombang 45 Jadi Gelombang Terakhir di 2022 

SURYA.CO.ID - Akun Instagram @prakerja.go.id tengah diramaikan dengan munculnya isu Kartu Prakerja gelombang 45 menjadi gelombang terakhir di tahun 2022.

Benarkah demikian? Simak penjelasannya di akhir artikel ini.

Diketahui, pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 45 sudah ditutup pada Rabu (14/9/2022) malam.

Jika berkaca dari gelombang sebelumnya, seharusnya hasil evaluasi kartu prakerja gelombang 45 seharusnya sudah diumumkan pada Jumat (16/9/2022) atau Sabtu (17/9/2022).

Namun, hasil evaluasi Kartu Prakerja gelombang 45 justru baru diumumkan Senin (26/9/2022), atau hampir dua pekan setelah ditutup.

Tentu saja ini agak berbeda dari gelombang-gelombang sebelumnya.

Tak heran, masyarakat pun mulai bertanya, apakah ini tanda-tanda bahwa Kartu Prakerja gelombang 45 akan menjadi gelombang penutup di tahun ini.

Terkait hal tersebut, sebenarnya belum ada keterangan pasti dari pihak penyelenggara Kartu Prakerja.

Namun pada 31 Desember 2021 lalu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kemenko Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin menjelaskan mengenai skema penyelenggaraan Kartu Prakerja 2022.

Pun, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio N Kacaribu mengatakan, "Tahun 2022 program Kartu Prakerja akan terus dilanjutkan, skema pelaksanaannya bersifat semi bantuan sosial."

"Dari alokasi dana perlindungan sosial sebesar Rp 252,3 triliun, untuk anggaran Kartu Prakerja sebesar Rp 11 triliun, atau 4,3 persen dari anggaran perlindungan sosial," jelas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio N Kacaribu.

Penjelasan Penyelanggara 

Mohammad Rudy Salahuddin mengatakan, Kartu Prakerja diteruskan hingga akhir tahun 2022, dengan anggaran besar untuk Rp 11 triliun.

“Untuk (kuota) 2,9 juta sampai dengan akhir tahun, kecuali nanti ada penambahan lagi yang dilakukan Pemerintah melihat situasi dan kondisi yang berkembang."

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved