Berita Madiun

3 Kali Ditelepon Orang Misterius Uang Nasabah Rp 322 Juta Hilang, Ini Imbauan BRI Cabang Madiun

Uang di rekening Hari Wahyudi (51), nasabah BRI Cabang Madiun sebesar Rp 322,9 juta hilang setelah tiga kali ditelepon orang tak dikenal.

Kolase SURYA.co.id/Istimewa
Hari Wahyudi menunjukkan bukti laporannya dari Satreskrim Polres Madiun. Sebelum uang di rekeningnya Rp 322,9 juta hilang, Hari 3 kali ditelepon orang misterius. Pihak BRI Cabang Madiun pun melakukan investigasi setelah mendapatkan laporan dari Hari. 

SURYA.co.id | MADIUN - Uang di rekening Hari Wahyudi (51), nasabah BRI Cabang Madiun sebesar Rp 322,9 juta hilang setelah tiga kali ditelepon orang tak dikenal.

Padahal, uang itu akan digunakan membangun sekolahan milik yayasan di bawah naungan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, yakni lantai 4 SMK.

Hari menceritakan, uang ratusan juta itu hilang dalam sekejap pada Kamis (1/9/2022).

Ia menceritakan, hari itu ada orang tak dikenal menghubunginya melalui sambungan telepon sebanyak tiga kali.

Setelah itu, dalam kurun waktu 70 menit lewat 10 kali transaksi, uang di rekening Hari pun ludes.

Hari pun sudah menyampaikan masalahnya tersebut kepada BRI Cabang Madiun.

Pihak bank plat merah tersebut langsung melakukan investigasi.

Hasilnya, pihak bank tidak bisa mengganti lantaran bukan kesalahan sistem BRI.

Setelah kejadian tersebut, pria asal Desa Purworejo, Kecamatan Geger tersebut langsung konsultasi kepada pihak Ponpes Lirboyo.

Hari Wahyudi menunjukkan laporan polisi terkait saldo di BRI sebesar Rp 322,9 juta raib secara tiba-tiba. Hari kemudian melapor ke BRI Cabang Madiun. Hasil investigasi BRI Cabang Madiun, uang hari tak bisa diganti karena bukan kesalahan sistem.
Hari Wahyudi menunjukkan laporan polisi terkait saldo di BRI sebesar Rp 322,9 juta raib secara tiba-tiba. Hari kemudian melapor ke BRI Cabang Madiun. Hasil investigasi BRI Cabang Madiun, uang hari tak bisa diganti karena bukan kesalahan sistem. (SURYA.co.id/Sofyan Arif Candra Sakti)

Ia pun telah menindaklanjutinya dengan konsultasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) Kediri.

"Saya juga sudah lapor ke Satreskrim Polres Madiun di hari yang sama saat uang tabungan saya hilang," kata Hari, Senin (26/9/2022).

Ia sangat menyesalkan kejadian tersebut.

"Untuk membangun lantai 4 SMK, lokasinya di Kediri ," kata Hari.

"Pihak pondok mau membantu untuk menuntut hak-hak saya. Termasuk mencari lawyer (pengacara)," lanjut pemilik usaha las besi dan baja tersebut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved