Berita Jember
Masih Ada 100 Sekolah Rusak di Jember, Pemkab Harus Siap Dana Perbaikan Rp 60 Miliar
Tidak semua lembaga mengalami kerusakan keseluruhan. Ada ruang kelas yang rusak, namun ruang guru masih bisa dipakai
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember masih memiliki pekerjaan rumah yaitu memperbaiki 100 lembaga pendidikan di Kabupaten Jember. Ke-100 lembaga pendidikan itu memiliki bangunan yang sudah rusak berat.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Jember, Sukowinarno mengatakan, kerusakan yang terjadi di 100 lembaga pendidikan itu berbeda. "Ada 100 lembaga yang rusak berat, baik SD dan SMP. Kerusakan macam-macam tetapi masuk kategori rusak," ujar Suko kepada SURYA, Senin (26/9/2022).
Tidak semua lembaga mengalami kerusakan secara keseluruhan. Ada ruang kelas yang rusak, namun ruang guru masih bisa dipakai.
Menurut Suko, perbaikan kerusakan di 100 lembaga pendidikan SD dan SMP negeri milik pemkab itu akan dilakukan secara bertahap. Ia menyebut, perbaikan bisa selesai dalam kurun waktu dua tahun. "Tahun 2023 sampai 2024, bertahap lah dilakukan," imbuh Suko.
Sedangkan biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 60 miliar untuk perbaikan 100 lembaga pendidikan tersebut.
Pada 2022 ini, ada dua lembaga pendidikan yang mengalami rusak berat dan selesai diperbaiki yakni SDN Jamintoro 3 Kecamatan Sumberbaru, dan SDN Sumberejo 5 Kecamatan Ambulu.
Untuk SMPN 5 Silo yang juga rusak berat, bakal diperbaiki pada tahun 2023. "Untuk SMPN 5 Silo sudah dialokasikan diperbaiki pada 2023. Ada tiga ruang kelas yang diperbaiki. Kerusakan di sana akibat bencana alam (diterjang banjir)," imbuhnya.
SMPN 5 Silo merupakan salah satu SMP Negeri di Kabupaten Jember yang berada di pinggiran, yakni perbatasan Jember dan Banyuwangi, tepatnya antara Kecamatan Silo, Jember dan Kalibaru, Banyuwangi. Beberapa tahun lalu, sekolah itu diterjang banjir yang menyebabkan ruang kelasnya rusak berat.
Sementara SDN Jamintoro 3 Kecamatan Sumberbaru yang akhir pekan kemarin diresmikan oleh Bupati Jember, Hendy Siswanto, juga sebelumnya rusak dan mangkrak selama lima tahun. Akibatnya, murid SDN itu harus belajar dengan menumpang di rumah warga, mushala, juga tenda.
Kini SDN Jamintoro 3 sudah memiliki tiga ruang kelas baru yang bisa dipakai untuk kegiatan belajar mengajar secara memadai. ****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/100-sekolah-rusak-di-jember-butuh-rp-60-miliar.jpg)