Berita Kediri

Kasus Korupsi BPNT Kota Kediri Kemungkinan Bakal Ada Tersangka Baru, Jaksa Sebut Ada 5 Orang

Kasus korupsi bantuan pangan non tunai (BPNT) Kota Kediri bakal ada tersangka baru.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: irwan sy
SURYA.CO.ID/Didik Mashudi
Berkas perkara dua tersangka kasus BPNT Kota Kediri telah dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke persidangan Tipikor, Selasa (19/4/2022). Pada kasus ini akan ada tersangka baru. 

Berita Kediri

SURYA.co.id | KEDIRI - Kasus korupsi bantuan pangan non tunai (BPNT) Kota Kediri bakal memasuki babak baru.

Ada tersangka baru yang terungkap dari fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Korlap LSM Saroja, Supriyo, memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Kota Kediri menyusul bakal tuntasnya kasus BPNT.

"Sudah ada kesepahaman dan komitmen. Mudah-mudahan segera terbit Sprindik baru, 5 orang calon tersangka segera ditangkap," tandas Supriyo usai melakukan audiensi dengan Hary Rachmat, Kasi Intelijen Kejari Kota Kediri, Senin (26/9/2022).

Informasi yang dihimpun awak media, 5 orang bakal calon tersangka kasus BPNT dari petugas pendamping serta dari Dinsos Kota Kediri.

Supriyo juga menyampaikan pengaduan mangkraknya bangunan Gedung Serbaguna Kelurahan Ringinanom yang dilakukan Dinas PUPR Kota Kediri juosudah ditindaklanjuti.

Para tersangka sudah dilimpahkan ke pengadilan Tipikor dan kasusnya segera disidangkan.

"Kami akan terus mengawal kasusnya," jelasnya.

Supriyo juga menyampaikan sebenarnya masih ada kasus serupa yakni Gedung Serbaguna di Willis 2 senilai Rp 800 juta yang belum ditangani.

Sementara Hary Rachmat, Kasi Intelijen Kejari Kota Kediri menjelaskan, kedatangan perwakilan LSM Saroja menanyakan tindak lanjut penanganan perkara BPNT Kota Kediri.

Sebelumnya Triyono Kutut Purwanto, mantan Kadinsos Kota Kediri telah divonis hukuman 6 tahun penjara dan Sri Dewi Roro Sawitri dihukum 4 tahun penjara.

Keduanya juga diwajibkan membayar denda serta mengembalikan nilai kerugian negara.

"Kami akan mendalami fakta-fakta persidangan yang terungkap dan mudah -mudahan segera ada perkembangan," jelasnya.

Hary Rachmat menjelaskan belum dapat memastikan penanganan tindak lanjut dari perkara BPNT Kota Kediri.

Karena saat dua terpidana Triyono Kutut Purwanto dan Sri Dewi Roro Savitri setelah divonis majelis hakim Pengadilan Tipikor masih menyatakan pikir-pikir.

"Kita belum tahu mereka melakukan upaya hukum, banding atau terima," jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved