Berita Blitar

Jumlah Data DPB Pemilu 2024 Kota Blitar Bertambah 2.318 Pemilih di Triwulan III 2022

Jumlah data daftar pemilih berkelanjutan (DPB) Pemilu 2024 di Kota Blitar pada triwulan ketiga 2022 mencapai 115.255 pemilih.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: irwan sy
samsul hadi/surya.co.id
Suasana rakor daftar pemilih berkelanjutan di Kantor KPU Kota Blitar, Senin (26/9/2022). 

Berita Blitar

SURYA.co.id I BLITAR - Jumlah data daftar pemilih berkelanjutan (DPB) Pemilu 2024 di Kota Blitar pada triwulan ketiga 2022 mencapai 115.255 pemilih.

Jumlah data DPB pada triwulan ketiga itu bertambah sebanyak 2.318 pemilih jika dibandingkan jumlah data DPB pada triwulan kedua 2022 yang hanya 112.937 pemilih.

"Data DPB ini hasil pemutakhiran data pemilih sejak 2021. Tiap bulan, kami lakukan pemutakhiran data pemilih dari DPT 2020 dan ketemu angka 115.255 pemilih di triwulan ketiga 2022," kata Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Ninik Sholikhah, usai rakor DPB Pemilu 2024 di Kantor KPU Kota Blitar, Senin (26/9/2022).

Ninik mengatakan jumlah data DPB triwulan ketiga ini naik signifikan dibandingkan pada triwulan sebelumnya di 2022.

Data DPB pada triwulan pertama 2022 sebanyak 113.597 pemilih dan data DPB pada triwulan kedua 2022 sebanyak 112.937 pemilih.

"Data DPB pada triwulan ketiga naik signifikan menjadi 115.255 pemilih karena September ini kami menerima data dari Kemendagri terkait data ganda, data meninggal, data padan sama wilayah dan beda wilayah, serta data tidak padan," ujarnya.

Dikatakannya, setelah dilakukan analisa dan sinkronisasi antara data dari Kemendagri dan data DPB sebelumnya termasuk pelaksanaan coklit terbatas akhirnya muncul angka 115.255 pemilih di DPB triwulan ketiga atau September 2022.

Ia menjelaskan dari 115.255 pemilih di DPB triwulan ketiga itu, jumlah data pemilih pemula ada 2.731 pemilih, pemilih pindah masuk ada 1.922 pemilih, pemilih pindah keluar ada 1.445 pemilih, pemilihan meninggal ada 839 pemilih, dan pemilih ganda ada 51 pemilih.

Menurutnya, data pemilih yang diterima dari Kemendagri tidak serta merta bisa masuk dalam DPB.

Karena, syarat pemilih masuk DPB, yaitu, harus sudah berusia 17 tahun saat pemutakhiran DPB berjalan.

"Calon pemilih yang usianya 17 tahun setelah pemutakhiran tidak bisa masuk DPB," katanya.

Maka itu, kata Ninik, ada selisih cukup signifikan antara jumlah data wajib rekam KTP dan data DPB di Kota Blitar.

Jumlah data wajib rekam KTP di Kota Blitar sebanyak 119.000 jiwa, sedang data DPB pada triwulan ketiga sebanyak 115.255 pemilih.

"Ada selisih signifikan sekitar 4.000 belum bisa masuk DPB karena yang bersangkutan berusia 17 tahun setelah pemutakhiran DPB," ujarnya.

Dikatakannya, data DPB triwulan ketiga atau September 2022 ini akan menjadi bahan sinkronisasi dengan data kependudukan.

Hasil sinkronisasi data DPB dengan data kependudukan akan muncul Data Penduduk Potensial Pemilu (DP4).

"Masih banyak tahapan lagi. Banyak proses yang perlu diselesaikan terkait data pemilih," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved