Berita Surabaya

Ibu-ibu Kampung Pintar Oase Tembok Gede Surabaya Manfaatkan Limbah Jelantah Jadi Lilin Aroma Terapi

Warga Kampung Pintar Oase Tembok Gede Bubutan Surabaya melakukan inovasi terhadap sampah.

Penulis: Zainal Arif | Editor: irwan sy
zainal arif/surya.co.id
Wiwik Prastyningrum dan Kasanah anggota PKK Kampung Pintar Oase Tembok Gede Bubutan Surabaya, Senin (26/9/2022). 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga Kampung Pintar Oase Tembok Gede Bubutan Surabaya melakukan inovasi terhadap sampah.

Warga mampu menyulap sampah menjadi suatu barang berguna yang bernilai ekonomis.

Ibu-ibu PKK Kampung Pintar Oase Tembok Gede Bubutan Surabaya berhasil membuat lilin aroma terapi dengan mengolah limbah minyak jelantah.

Salah satu dari 25 ibu-ibu PKK, Wiwik Prastyningrum mengatakan pengolahan minyak jelantah ini ditujukan untuk mengurangi dan mencegah pencemaran lingkungan.

"Kami belajar mengolah minyak jelantah ini dari YouTube. Jangka panjangnya lilin aroma terapi ini bisa untuk souvernir yang bisa dibeli saat ada kunjungan tamu dari luar," ujar Wiwik kepada SURYA.co.id, Senin (26/9/2022).

Sementara untuk proses pembuatannya, warga mulai dengan menyiapkan bahan-bahan seperti minyak jelantah, lilin, benang nilon, parfum, crayon bekas dan cetakan.

Kemudian warga memanaskan minyak jelantah dan lilin dalam panci.

Setelah mencair semua warga memasukan crayon (untuk pewarna lilin) kedalam panci dan diaduk sampai merata.

"Saat sudah merata, biarkan agak dingin (10 menit), terus masukan parfume beberapa tetes, kemudian dituang kedalam cetakan yang sudah disiapkan. Lilin aroma terapi yang ukurab kecil kami jual Rp 5.000 sedangkan lilin yang ukurannya besar kami jual Rp 10.000," tambahnya.

Tak berhenti disitu, ibu-ibu PKK kampung pintar bahkan mulai mengikuti pelatihan Tusuk Jelujur.

Pelatihan ini merupakan program dari kecamatan Bubutan untuk kelurahan.

Tusuk Jelujur merupakan jenis tusuk jahit yang mempunyai arah horizontal, di mana ukuran dan jarak tusuk jahitan yang dibuat pada kain selalu diatur sama panjang.

"Kami diajari dasar-dasarnya kemarin, bagaimana cara membuat jelujur garis putus-putus, frestone, rantai, french knot (simpul)," ujar Kasanah salah satu ibu PKK yang mengikuti pelatihan.

Ibu-ibu begitu antusias dalam mengikuti pelatihan ini.

Mereka sangat berhasrat untuk memiliki skill baru dalam mengisi waktu kosong sebagai ibu rumah tangga.

"Ini masih pelatihan tahap awal, nanti ada pelatihan menjahit di tanggal 30 September 2022. Nanti kami akan dikelompokkan menjadi dua. Ada yang desain baju dan ada yang produksi menjahit. Ke depannya, semoga dengan skill baru ini kami bisa membuat produk sarung bantal, baju, tas, dompet untuk souvernir yang dapat memberikan penghasilan tambahan," tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved