Berita Mojokerto

Ada 90 Sekolah Rusak, Dindik Kabupaten Mojokerto Sebut Sekolah Bisa Perbaiki Sendiri Pakai Dana BOS

ada 90 sekolah SD Negeri maupun SMPN yang kondisinya mengalami kerusakan sedang di Kabupaten Mojokerto.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: irwan sy
mohammad romadoni/surya.co.id
Kondisi atas bangunan sekolah SDN Jotangan rusak di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. 

Berita Mojokerto

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Dinas Pendidikan (Dispendik) melakukan survei ke sejumlah sekolah rusak di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Hasilnya, tercatat kurang lebih ada 90 sekolah SD Negeri maupun SMPN yang kondisinya mengalami kerusakan sedang.

Bahkan gedung sekolah rusak kategori ringan jumlahnya mencapai ratusan.

Mayoritas kerusakan gedung yakni di bagian atas ruangan kelas sekolah SD.

Kabid Sarpras Dispendik Kabupaten Mojokerto, Adi Mahendarto mengatakan pihaknya secara rutin melakukan survei ke lokasi sekolah rusak, pada awal Januari hingga September 2022.

"Kita rutin survei, resmi maupun tidak resmi mulai awal Januari hingga September 2022 dan hasilnya ada sekitar 90 sekolah rata-rata rusak sedang," jelasnya di Dispendik Kabupaten Mojokerto, Senin (26/9/2022).

Menurut dia, paling banyak kerusakan yakni fasilitas ruangan kelas di sekolah SD.

Rusaknya gedung kelas ini berawal dari kerusakan ringan hingga mengarah ke rusak berat lantaran dibiarkan tidak kunjung diperbaiki oleh pihak sekolah.

"Saya sendiri menjumpai seperti genteng gedung sekolah yang bergeser, pertanyaanya kenapa tidak dilekas perbaiki sendiri karena kalau tidak cepat diperbaiki itu bisa merembet hinga merusak seluruh bagian atap," ucap Adi.

Menurut dia, padahal pihak sekolah dapat memperbaiki sendiri kerusakan ringan misalnya genteng atap bocor dengan menggunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

"Kenapa kerusakan (Ringan, Red) tidak kunjung ditangani karena asumsi kami itu bisa diambilkan dana BOS kalau sekolahan mau, bayangkan genting bocor dibiarkan dua tahun bahkan satu musim saja terkena hujan bisa merontokkan atap plafon. Satu genting tidak diperbaiki akibatnya fatal bisa merusak atap bangunan sekolah," bebernya.

Adi menyebut upaya pengawasan gedung sekolah rusak Mojokerto sudah dilakukan secara maksimal.

Namun kendalanya jumlah pengawas tidak sebanding dengan banyaknya sekolah di Kabupaten Mojokerto yakni 380 sekolah SD, 41 SMP dan 28 TK.

"Kita sudah berupaya maksimal bukan berarti kita tidak menghiraukan adanya sekolah rusak ini dan paling banyak SD kerusakan dibagian atap bangunan kelas karena rata-rata gedung sekolah ini dibangun Inpres sekitar tahun 1981," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved