Berita Surabaya

Rawat Tradisi Sedekah Bumi di Masyarakat, DPRD dan Pemkot Surabaya Sepakat Anggarkan Rp 400 Juta

tradisi Sedekah Bumi kembali bergulir atas inisiatif masyarakat di berbagai penjuru Kota Surabaya.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: irwan sy
nuraini faiq/surya.co.id
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono saat menghadiri tradisi Sedekah Bumi di Simogunung Barat, Kecamatan Sukomanunggal, Sabtu (24/9/2022). 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Kota Metropolitan sekelas Surabaya tetap menjaga tradisi di tengah masyarakat.

Tradisi Sedekah Bumi yang mengedepankan nilai-nilai luhur di tengah masyarakat terus dilestarikan hingga sekarang, meskipun selama pandemi covid-19 tradisi ini sempat jeda.

Kini, tradisi Sedekah Bumi kembali bergulir atas inisiatif masyarakat di berbagai penjuru Kota Surabaya.

Kegiatan ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua keberkahan dan keselamatan yang dinikmati warga masyarakat.

Kegiatan itu dihadiri berbagai kalangan, di antaranya Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, Wali Kota Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota Armudji, dan para pimpinan dan anggota DPRD Kota Surabaya.

“Sedekah Bumi merupakan adat istiadat yang diwariskan dari para leluhur desa yang telah berusia puluhan tahun bahkan ratusan tahun. Warga masyarakat mensyukuri atas keberkahan, hasil bumi yang melimpah, kerukunan dan keselamatan yang dikaruniakan Tuhan YME,” kata Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya, Minggu (25/9/2022).

Sehari sebelumnya, Sabtu (24/9/2022), Ketua DPRD Adi Sutarwijono menghadiri tradisi Sedekah Bumi di beberapa wilayah di Surabaya, antara lain di eks-Pedukuhan RW 02 Kelurahan Pradah Kali Kendal, Kecamatan Dukuh Pakis, juga di Kampung Jurang Kuping, Kecamatan Sambikerep.

Anggaran Khusus
Sudah sejak lama, kalangan DPRD Kota Surabaya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memberi dukungan terhadap kelangsungan tradisi ini. Karena, selama ini kegiatan tersebut berbasis gotong royong warga masyarakat kampung.

Tahun 2022 ini, Wali Kota Eri Cahyadi dan DPRD Kota Surabaya menyepakati untuk khusus mengalokasikan anggaran bagi kegiatan Sedekah Bumi.

Dalam rapat paripurna DPRD Kota Surabaya, 20 September lalu, dengan agenda penetapan kesepakatan APBD Perubahan 2022 telah disetujui alokasi anggaran Rp 400 juta untuk mendukung kegiatan Sedekah Bumi di berbagai wilayah di Surabaya.

Ini tentu saja tidak terlepas dari berbagai masukan dan pendekatan, terutama dari para legislator Komisi D bidang kebudayaan dan pariwisata, yang getol mengawal dan menggolkan kepentingan warga masyarakat itu.

“Dalam pembahasan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2023, yang biasanya disahkan 10 November, kita akan mendorong peningkatan anggaran untuk memperkuat Sedekah Bumi di Kota Surabaya. Tentu saja, hal itu harus selaras dengan kemampuan keuangan Kota Surabaya,” kata Adi yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya

Dalam kegiatan Sedekah Bumi, tradisi terus dirawat dan dihidupkan dari tahun ke tahun.

Seni budaya lokal diberi ruang untuk tampil, seperti pertunjukan wayang kulit, reog, serta jaranan.

Nilai-nilai keguyuban dan gotong royong diwujudkan dalam laku bersama.

“DPRD Kota Surabaya akan terus mendukung upaya-upaya merawat adat istiadat dan tradisi kebudayaan peninggalan masa lalu. Supaya tetap hidup di tengah berbagai kemajuan Kota Surabaya,” ujar pria kelahiran Blitar ini.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved