Breaking News:

Berita Kota Surabaya

Ikuti Sekolah Legislatif Unair, Ketua DPRD Surabaya Berikan Tips Penting untuk Menjadi Wakil Rakyat

Adi Sutarwijono menyambut gembira kegiatan itu. Ini menjadi bentuk memperkuat sinergitas para wakil rakyat dengan perguruan tinggi

surya/bobby constantine Koloway
Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono menghadiri program sekolah legislatif yang oleh mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) yang berlangsung di DPRD Surabaya. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Program sekolah legislatif mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) berlangsung di DPRD Surabaya, mendapat sambutan positif dari Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono.

Bahkan kepada para mahasiswa, ia mendorong agar lebih banyak kalangan kampus yang kelak terjun di kancah pemerintahan, khususnya legislatif.

Sekolah legislatif itu diselenggarakan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair di ruang rapat paripurna di lantai 3, Kantor DPRD Surabaya DPRD Kota Surabaya. Para peserta merupakan mahasiswa Unair yang menerima materi kepemimpinan yang berkaitan dengan kerja-kerja legislatif.

Hadir dalam kegiatan itu Dekan FIB Unair, Prof Dr. Purnaman Basundoro; Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, AH Thony; anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Niam, serta Wakil Dekan FIB Unair, Listyono Santoso.

Adi Sutarwijono, menyambut gembira kegiatan itu. Ini menjadi bentuk memperkuat sinergitas antara para wakil rakyat dengan perguruan tinggi di Surabaya. “Selamat datang di gedung DPRD Kota Surabaya. Di ruang utama ini, beberapa hari lalu disahkan APBD Perubahan 2022 dalam rapat paripurna DPRD dan Wali Kota Eri Cahyadi,” kata Adi, saat memberi sambutan.

Adi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini menjelaskan peran DPRD, yang salah satunya terkait pengesahan anggaran perubahan Pemkot Surabaya di 2022 (budgeting). Yang mana, kekuatan belanja meningkat Rp 200 miliar lebih tahun ini.

Dewan memastikan anggaran tersebut memberikan intervensi berbagai program kerakyatan. “Termasuk mengalokasikan Rp 8,9 miliar untuk bantuan kepada pengemudi ojek online dan nelayan," jelas mantan wartawan SURYA itu.

"Mereka paling terdampak akibat kenaikan harga BBM. Juga program padat karya, pemulihan ekonomi serta penanggulangan kemiskinan,” kata Adi yang juga alumni Ilmu Politik FISIP Unair.

Peran ini masuk dalam tiga tugas pokok dan fungsi DPRD Kota Surabaya. Dewan melakukan fungsi legislasi, fungsi penganggaran atau budgeting dan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

“Sebagai rumah rakyat, DPRD Kota Surabaya terbuka bagi siapa pun untuk menerima masukan, pendapat dan pengaduan dari berbagai masyarakat, dari semua lapisan, golongan, dari berbagai wilayah kota ini,” jelas Adi.

Ia berharap, sinergitas DPRD Kota Surabaya dengan kalangan akademisi dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terus diperkuat di masa mendatang. Agar saling menunjang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga dari kalangan kampus, terutama mahasiswa, kelak bisa lahir politisi-politisi di masa depan, para legislator yang mumpuni, cakap dan terampil, serta mempunyai jiwa kerakyatan yang kuat,” ujar Adi.

Seorang mahasiswa bertanya syarat-syarat kecakapan menjadi legislator. Adi menekankan pentingnya mengasah kemampuan diri, kemampuan kepemimpinan dan berorganisasi, dan harus menjadi pribadi yang terbuka bagi siapa pun.

“Tidak saja cakap dan trampil mengartikulasikan pendapat, tetapi juga sangat penting mengasah kemampuan untuk mendengar suara-suara rakyat. Sehingga kepekaan diri semakin kuat pula,” kata Adi. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved