Berita Gresik

Bantu Pelaku Usaha Kecil Gresik Terdampak Proyek Jalan Raya Manyar, PDIP Jatim Akan Lapor ke Puan

Lebih lanjut Hasan menambahkan, terkait keinginan pengguna dan pemilik bedak, akan disampaikan langsung kepada pemda agar menemukan solusi.

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad Sugiyono
Para pedagang yang terdampak proyek pelebaran jalan sepanjang Jalan Raya Manyar, mengadakan silaturrahim dan doa bersama agar mendapatkan tampat yang layak, Minggu (25/9/2022). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Ketua DPRD Provinsi Jatim Kusnadi menerjunkan timnya untuk mengawal penataan pedagang di kios Jalan Raya Manyar, Kawasan Tugu Manyar, Kabupaten Gresik. Pemantauan itu dilakukan Kusnadi karena menilai relokasi untuk para pedagang dinilai kurang layak.

Tim yang dihadirkan Kusnadi itu bertemu para pedagang dalam acara Silaturahim dan Doa Bersama Paguyuban Bedak Manyar (PBM) di halaman Posko PBM Abdulallah Syafi’I, Jalan Raya Manyar, Minggu (25/9/2022).

Perwakilan Ketua DPRD Jatim yaitu Hasan mengatakan, Kusnadi yang sebagai Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur memerintahkan menampung keluhan dari para pemilik bedak yang terdampak proyek pelebaran Jalan Raya Manyar.

Lebih lanjut Hasan menambahkan, terkait keinginan pengguna dan pemilik bedak, akan disampaikan langsung kepada pemda agar menemukan solusi.

“Nantinya, akan saya sampaikan kepada Pak Kusnadi, anggota fraksi PDIP di DPRD Jatim ikut mengawal proyek pelebaran Jalan Raya Manyar ini,” kata Hasan dengan didampingi Ketua PAC PDIP Kecamatan Gresik, Rizki Saputra.

Karena pelebaran Jalan Raya Manyar merupakan proyek nasional, maka persoalan pada pedagang itu akan disampaikan kepada Ketua DPR RI,Puan Maharani. Puan diharapkan bisa ikut memikirkan pedagang kecil yang ada di tepi jalan.

“Dan nantinya, aspirasi para pemilik bedak akan disampaikan juga kepada Mbak Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI dari Fraksi PDIP, agar masalah ini mendapatkan solusi,” jelas Hasan.

Hasan menambahkan, terkait hal teknis silaturrahim nanti, pengurus PBM bisa melakukan mediasi ke Ketua DPRD Jatim Kusnadi. “Syukur-syukur Bupati Gresik ikut bersilaturrahim ke Kantor DPRD Jatim. Sehingga bedak para pedagang segera bisa ditata,” tambahnya.

Sementara Ketua Pembina PBM, Muhammad Subur mengatakan, terkait pembangunan pelebaran jalan yang dilakukan pemerintah pusat, para pemilik bedak tidak menolak. Karena para pemilik bedak yang hanya tukang tambal ban, warung kopi dan menjual nasi.

“Kami mendukung, namun sebagai masyarakat perlu diperhatikan sebagai rakyat kecil, yang mencari nafkah untuk makan satu hari dan untuk membiayai anak kita sekolah,” kata Subur.

Lebih lanjur Subur menambahkan, pemerintah sudah menyiapkan lahan di sebelah lapangan dan berkonsep pujasera. “Ini perlu kita pikirkan, kalau pujasera untuk berjualan makanan dan minuman, namun kalau usaha tambal ban dan tukang las, apa masuk ke sana? Ini yang perlu dipikirkan kita semua,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua PBM, Abdullah Syafi'i mengatakan, terkait rencana pemerintah pusat melakukan pelebaran Jalan Raya Manyar, pihaknya memang tidak menolak. “Pihak kami mendukung pemerintah, namun sebagai masyarakat perlu diperhatikan terkait solusinya,” kata Abdullah Syafi’i yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Gresik.

Seperti diketahui, selama ini Bupati Gresik juga telah mensosialisasikan kepada para pedagang yang terdampak proyek pelebaran jalan Raya Manyar. Pemda sudah menyiapkan lokasi baru untuk para pedagang, namun pedagang menilai kurang layak. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved