Berita Sidoarjo

Bangkitkan Ekonomi Sidoarjo, 1.891 Kelompok Usaha Perempuan Dapat Bantuan Rp 5 juta-Rp 50 juta

Menurut Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, program ini juga bertujuan untuk mencetak perempuan-perempuan mandiri.

Penulis: M Taufik | Editor: Deddy Humana
surya/m taufik
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor melihat stand UMKM di alun-alun Sidoarjo 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Kreativitas dan semangat kaum perempuan untuk merintis usaha di Sidoarjo cukup besar. Karena itulah, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Koperasi dan UMKM mengucurkan bantuan cukup besar untuk para pelaku UMKM, di mana ada sedikitnya 1.891 kelompok usaha perempuan yang mendapat suntikan modal senilai Rp 5 juta sampai Rp 50 juta.

Nilai bantuan yang dikucurkan itu menyesuaikan kondisi UMKM penerimanya. Program ini sengaja digelar untuk mendorong kemajuan UMKM, khususnya yang dikelola para ibu.

Program itu bernama Kurma (Kartu Usaha Perempuan Mandiri). Menurut Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, program ini juga bertujuan untuk mencetak perempuan-perempuan mandiri.

"Jumlah kelompok usaha yang mendapat bantuan total ada 1.891 kelompok usaha. Setiap kelompok mendapatkan bantuan modal mulai Rp 5 juta hingga Rp 50 juta, dan besaran bantuan modal disesuaikan dengan usaha yang dijalankan," terang bupati, Minggu (25/9/2022).

Bupati Sidoarjo yang akrab dipanggil Gus Muhdlor itu juga meminta agar bantuan permodalan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Melalui program Kurma tersebut, ia berharap akan mendorong kebangkitan ekonomi kreatif Sidoarjo serta menumbuhkan kemandirian perempuan dengan menciptakan usaha.

"Program ini bertujuan mendukung permodalan kelompok usaha perempuan agar mandiri sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain itu sektor ekonomi kreatif harapannya cepat bangkit lagi pasca pandemi," paparnya.

Dalam prosesnya, program ini akan dievaluasi secara berkala. Dinas Koperasi dan UMKM diminta aktif turun ke lapangan untuk memastikan progressnya. Langkah itu akan menjaga keberlangsungan usaha kelompok perempuan agar tidak buyar di tengah jalan.

"Memastikan program Kurma berjalan sesuai harapan adalah tantangan sekarang, kalau kemarin beratnya saat menyeleksi dan memutuskan 1.891 yang lolos. Tetapi saat ini memastikan 1.891 kelompok usaha perempuan harus tetap survive, menjadi tugas yang berat selanjutnya," katanya.

Gus Muhdlor meminta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo terus melakukan pendampingan terhadap kelompok usaha perempuan. Mulai mendapatkan NIB (Nomor Induk Berusaha) sampai asuransi ketenagakerjaan juga harus difasilitasi.

Melalui pendampingan tersebut akan menjadikan kelompok usaha perempuan naik kelas. Selaras dengan salah satu program prioritas bupati, yakni 20.000 UMKM Sidoarjo naik kelas. Gus Muhdlor meminta kelompok usaha perempuan yang belum memperoleh bantuan permodalan, tidak perlu khawatir.

Ia menjelaskan, pelaku usaha dapat mengajukan kembali tahun depan. Namun ia minta rencana bisnis usahanya harus jelas. Nantinya kelompok usaha perempuan dapat datang ke Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo untuk belajar membuat rencana bisnis yang baik. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved