Berita Surabaya

World Cleanup Day 2022, Satu Ton Lebih Sampah Diangkat dari Pantai Kenjeran Surabaya

Peringatan World Cleanup Day (WCD) 2022 di Surabaya dilakukan dengan pembersihan sampah yang ada di kawasan Pantai Kenjeran, Sabtu (24/9/2022).

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Peringatan World Cleanup Day (WCD) 2022 di Surabaya dilakukan dengan pembersihan sampah yang ada di kawasan Pantai Kenjeran, Sabtu (24/9/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Peringatan World Cleanup Day (WCD) 2022 di Surabaya dilakukan dengan pembersihan sampah yang ada di kawasan Pantai Kenjeran, Sabtu (24/9/2022). Hasilnya, lebih dari satu ton sampah pun berhasil diangkat.

Dalam acara ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya berkolaborasi dengan sejumlah komunitas lingkungan. Total, sekitar 1.000 peserta terlibat dalam acara ini.

Masing-masing menempati empat zona berbeda di kawasan wisata Pantai Kenjeran.

"Mereka berasal dari perwakilan Sekolah Adiwiyata, perwakilan Kampung Iklim, perwakilan Kampung Zero Waste, pelajar, mahasiswa, dan LSM lingkungan," kata Kepala DLH Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro dikonfirmasi di sela kegiatan.

Kebersihan di Pantai Kenjeran, lanjut pria yang akrab disapa Hebi itu, menjadi salah satu fokus pihaknya. Mengingat komitmen Pemkot untuk mengurangi pencemaran lingkungan, khususnya sampah plastik.

Apalagi, kawasan ini merupakan salah satu alternatif destinasi wisata andalan Kota Surabaya.

“Kami sangat serius dengan persoalan sampah, khususnya sampah plastik yang bisa mencemari laut," ujarnya.

Hebi mengakui, plastik bisa menjadi zat yang berbahaya ketika dikonsumsi biota laut.

"Ikan di laut banyak yang sudah terkontaminasi bahaya mikroplastik yang juga berbahaya untuk kesehatan manusia,” jelasnya.

Dari hasil kegiatan tersebut, peserta berhasil memungut 1,5 ton (1.564,37 kg) sampah. Mayoritas merupakan sampah plastik.

"Kami melakukan pemilahan untuk dilakukan 3R, yakni reuse reduce, dan recycle. Sampah plastik yang masih layak digunakan akan kami lakukan daur ulang. Untuk sampah yang lainnya yang tidak bisa didaur ulang akan langsung diangkut ke TPA Benowo,” ungkapnya.

Melalui acara ini, Hebi mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab semua masyarakat.

Selain itu, masyarakat harus konsisten menerapkan pembatasan kantong plastik melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) tersebut Nomor 16 tahun 2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Surabaya.

"Pembatasan kantong plastik harus dilaksanakan. Serta, penduduk di Surabaya juga harus membiasakan membuang sampah pada tempatnya, karena masih ada sampah yang langsung terbuang ke laut,” tegas Hebi.

Salah satu peserta kerja bakti asal SMP Negeri 26 Kota Surabaya, Aulia Izza Nailur Rohim pun turut mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

“Kebersihan di Surabaya adalah tanggung jawab kita. Karena kalau Surabaya bersih, berarti kita juga ikut menjadi bagian menjaga kota kita tercinta,” pungkasnya. 

Untuk diketahui, kerja bakti menjadi kegiatan rutin yang juga ikut diperingati oleh 191 negara di dunia. Di Indonesia, aksi bersih-bersih serentak ini telah digelar sejak 10 - 25 September 2022. 

Sebelumnya, rangkaian kegiatan World Cleanup Day telah dilakukan dengan menggelar edukasi lingkungan secara daring.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved