Berita Tulungagung

Puluhan Warga Tiudan Tulungagung Keracunan, Diduga Akibat Konsumsi Nasi Goreng Saat Yasinan

Puluhan warga Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, mengalami gejala keracunan. 6 orang harus dirawat karena gejalanya cukup parah.

Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/David Yohanes
Puluhan warga Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung mengalami gejala keracunan. Petugas Inafis Satreskrim Polres Tulungagung mengambil sampel sisa nasi goreng yang disimpan di Puskesmas Tiudan. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Puluhan warga Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, mengalami gejala keracunan.

Sebelumnya, mereka menghadiri yasinan di Musala Cakruk Dusun Siwalan pada Kamis (22/9/2022) malam.

Dalam acara keagamaan itu, dihidangkan nasi goreng yang dipesan dari seorang penjual di lingkungan tempat kegiatan.

Selain itu, ada kue matahari dan kerupuk gambir yang dibungkus dalam kemasan plastik.

"Ada penjual nasi goreng Rp 5000 di dekat musala. Mereka pesan makanan dari sana," terang Kapolsek Gondang, AKP Randy Irawan, Sabtu (24/9/2022).

Dalam kegiatan ini ada 80 jemaah yang ikut yasinan. Mereka lalu membawa nasi goreng ini pulang dan memakannya di rumah.

Sebagian warga ada yang mulai merasakan gejala keracunan pada Kamis malam.

"Gejala yang muncul seperti mual, muntah dan pusing. Gejala ini ternyata meluas," sambung Randy.

Jamaah yasinan ini semakin banyak yang mengalami gejala keracunan pada hari Sabtu (24/9/2022) ini.

Dari penelurusan, 64 jemaah sudah makan nasi goreng ini, 53 di antaranya mengalami sakit dan 11 tanpa gejala.

Dari 53 orang ini, 6 orang harus dirawat karena gejalanya cukup parah.

Dua orang dirawat di Klinik Diva Medika Desa Tiudan, tiga orang di Rumah Sakit Prima Medika dan satu orang di Puskesmas Kauman.

"Kami masih mengambil sampel makanan yang tersisa untuk diteliti," ujar Randy.

Sebelumnya petugas dari Puskesmas Tiudan Kecamatan Gondang mengambil beberapa bungkus nasi goreng dari jemaah.

Nasi goreng tersebut adalah sisa-sisa, setelah sebagain sudah dimakan para korban.

Masih menurut Randy, saat ini pihaknya belum meminta keterangan dari penjual nasi goreng.

"Penjual masih ada aktivitas di luar desa. Nanti kalau sudah pulang akan kami mintai keterangan," pungkas Randy.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved