Berita Surabaya

Pameran Barang Antik Skala Internasional di Surabaya, Target Transaksi Hingga Ratusan Juta Rupiah

Indonesia Vintage Festival (IVF) South East Asia kembali digelar di Surabaya, mulai Jumat (23/9/2022) hingga Minggu (25/9/2022).

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), Wiwiek Widayati saat menghadiri acara Indonesia Vintage Festival (IVF) South East Asia kembali digelar di Surabaya, Jumat (23/9/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Indonesia Vintage Festival (IVF) South East Asia kembali digelar di Surabaya, mulai Jumat (23/9/2022) hingga Minggu (25/9/2022).

Menjadi ajang pameran barang antik skala internasional, total transaksi yang ditargetkan mencapai ratusan juta rupiah.

Sejak berlangsung di 2019, ajang yang berlangsung di Surabaya Town Square (Sutos) Surabaya ini menjadi kali keempat digelar. Surabaya dipilih sebagai lokasi acara, karena besarnya animo para penghobi para antik.

"Setelah kali pertama digelar di Surabaya (2019) dan berlanjut di Solo (2020) dan Semarang (2021), tahun ini kami gelar kembali di Surabaya," kata Founder Indonesia Vintage Festival, Firman Angga di Surabaya, Sabtu (24/9/2022).

Ajang ini menjadi pertemuan para kolektor barang antik dari Indonesia, dan beberapa negara sekitar. Mereka yang ikut serta berasal dari 11 komunitas dari berbagai daerah di Indonesia dengan tersebar di 135 stan.

Barang yang dipamerkan beraneka macam. Mulai dari sepeda motor, mobil, pakaian, lukisan, poster iklan, mesin jahit, telepon lama dan berbagai barang antik lainnya.

"Kami membuat acara yang melibatkan para pelintas hobi yang untuk membangkitkan pangsa pasar barang antik," jelas Angga.

Menurutnya, pasar barang antik tak pernah kehilangan pembeli. Terbukti, pada masa pandemi pun pameran tetap berlangsung dengan mendatangkan banyak buyer.

"Hobi (kolektor barang antik) tak pernah habis dimakan waktu. Sebaliknya, barang antik menjadi kebutuhan yang disenangi," ujarnya.

Harga yang dibanderol pun beraneka kelas. Mulai dari yang puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah. Harga tersebut mempertimbangkan umur, kondisi dan kelangkaan.

Semakin lama umur, kondisi baik dan jarang yang memiliki, maka semakin mahal harganya.

"Ada Vespa yang dijual seharga Rp 500 jutaan. Ada juga motor yang mencapai Rp 1,5 miliar," ungkap Firman.

Dalam pameran tersebut, lanjut Firman, pihaknya tak melalukan kurasi barang. Namun, masing-masing komunitas telah mengetahui target pasar di Surabaya.

"Kami sampaikan calon pembeli yang datang. Masing-masing kolektor punya target sendiri-sendiri," firman menuturkan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved