Berita Surabaya

Dorong UMKM Naik Kelas, Rumah BUMN Surabaya Luncurkan Urban Subpreneur

Rumah BUMN Surabaya bersama Surabaya Creative Network (SCN) dan Indonesia Creative Cities Network menggelar program Urban Subpreneur

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Mentor Acara Urban Subpreneur, Radityo Suryo, memaparkan kiat sukses pemasaran produk lokal UMKM di Jalan Khairil Anwar Nomor 20 Surabaya, Sabtu (24/9/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Rumah BUMN Surabaya bersama Surabaya Creative Network (SCN) dan Indonesia Creative Cities Network menggelar program Urban Subpreneur yang dibuka Sabtu (24/9/2022). 

Bertempat di Jalan Khairil Anwar Nomor 20 Surabaya, gelaran tersebut menjadi ajang berbentuk kompetisi bisnis pertama yang didukung oleh Bank Mandiri. Dari 78 peserta dan terseleksi menjadi 20 Pelaku UMKM dengan kategori makanan dan minuman, yang usahanya baru berusia 1 sampai 1,5 tahun 

CEO Muda Rumah BUMN Jatim, Rizki Meizano mengatakan, 20 peserta tersebut kemudian dimasukkan dalam sebuah workshop yang berlangsung 6 hari, dengan 3 kali mentoring.

"Lewat acara ini kami ingin mencari mitra UMKM baru yang unggul, dan bisa kami majukan ke tingkat nasional maupun internasional," ujar Rizki.

Dari kegiatan itu, lanjut dia, pihaknya nanti akan memilih 3 peserta terbaik yang berhak mendapatkan hadiah bantuan modal sebesar Rp 30 juta.

"Mudah-mudahan bisa berkontribusi buat UMKM Kota Surabaya agar bisa naik kelas, mendapatkan ilmu dan kompetensi serta omzetnya meningkat," tuturnya.

Sementara itu, Mentor Acara Radityo Surya memaparkan, poin awal ketika menjalankan kegiatan usaha berasal dari Bussines Model. Menurutnya, kalau tidak mengerti hilir hulu prosesnya pasti akan melewatkan banyak hal. 

"Bisnis model ini membantu untuk pelaku usaha melihat aspek aspek apa saja yang berpengaruh dalam bisnisnya. Banyak yang bilang bahwa bisnis itu harus berkolaborasi, sedangkan mereka berjalan sendiri. Berkolaborasi dengan pihak lain supaya bisnisnya lebih efektif dan optimal," jelasnya.

"Para peserta mengeluhkan soal pemasaran, menentukan customer segment dan menciptakan keunikan produknya supaya tidak sama dengan pesaing. Ada juga yang terkait finansial pengeluaran pemasukan," imbuh Radityo.

Dia juga berpesan, semoga produk unggulan para pelaku usaha ini bisa dipasarkan secara global. Mengingat, pemerintah getol-getolnya mengembangkan UMKM dengan sebagian anggaran diarahkan ke produk-produk lokal. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved