Berita Malang Raya

Curhat Sopir Mikrolet Kota Malang, Hanya Berpenghasilan Rp 50.000/Hari Imbas Kenaikan BBM

Pria yang tinggal di Kebonsari, Kota Malang itu, kini hanya mampu membawa uang Rp 50 ribu setiap hari.

surya.co.id/purwanto
Foto ilustrasi mikrolet di Kota Malang yang kini sepi penumpang dan terkena imbas kenaikan harga BBM 

SURYA.CO.ID, MALANG - Pasca kenaikan BBM bersubsidi, memberikan dampak yang cukup signifikan kepada sopir mikrolet di Kota Malang.

Seperti yang dialami Munir Nur Cholis (63), Sopir Mikrolet jurusan Arjosari-Gadang (AG) yang penghasilannya mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Sudah 41 tahun ini, Munir mengabdikan dirinya untuk menjadi sopir mikrolet.

Dia sudah mengalami beberapa kali kenaikan BBM, namun yang paling terasa kenaikan BBM pada tahun ini.

Pria yang tinggal di Kebonsari, Kota Malang itu, kini hanya mampu membawa uang Rp 50 ribu setiap hari.

Penghasilannya mengalami penurunan, sejak pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi pada 3 September 2022.

"Kalau sebelum naik, saya biasanya bawa uang sekitar Rp 80-100 ribu per hari, itu bersih. Tapi sekarang Rp 50 ribu itu sudah bagus," ucapnya saat ditemui SURYA.co.id usai menerima bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Malang, Jumat (23/9/2022) kemarin.

Dibandingkan dengan mikrolet lainnya, AG merupakan trayek yang memiliki jalur melintasi pusat Kota Malang.

Akan tetapi, hal tersebut tidak begitu berpengaruh dengan kondisi angkutan kota untuk saat ini.

Kata Munir, tidak sedikit rekannya sesama sopir yang kini sudah beralih profesi.

Sepinya penumpang, dan adanya kenaikan BBM ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi sopir untuk beralih profesi.

"Sekarang yang jalan sedikit. Sudah gak kayak dulu. Apalagi dengan semakin banyaknya kendaraan roda dua, penumpang semakin sepi," terangnya.

Munir menjadi satu di antara sopir lainnya yang mendapatkan bansos dari pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Jumat (23/9/2022) kemarin.

Bansos yang didapatkan berupa satu paket sembako, uang tunai, serta menerima pembebasan pajak tahunan.

Rencananya, bansos yang dia dapatkan ini akan diberikan untuk menafkahi keluarganya.

"Saya bersyukur masih dapat bansos. Karena sekarang harga-harga naik. BBM naik, tapi penghasilan saya tetap. Sehari hanya dapat Rp 50 ribu. Dan itu sudah dipotong dengan setoran," tandasnya. (Rifky Edgar)

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved