Berita Surabaya

Perkuat Infrastruktur, Telkom Bidik Potensi Konektivitas Asia Pasifik untuk Genjot Ekonomi Digital

Telkom menilai konektivitas Asia Pasifik memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi seiring dengan transformasi digital

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
Telkom
CEO Telin Budi Satria Dharma Purba (kedua dari kanan) berdiskusi dengan para Panelis dari TI Sparkle Leonardo Cerciello (paling kanan), China Unicom Global Dr Meng Shusen (tengah), Head of Asia GSMA Julian Gorman (kedua dari Kiri), dan SMD Delta Partners Sam Evans (paling kiri) yang berperan sebagai moderator, pada rangkaian kegiatan BATIC 2022. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Tekom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom menilai konektivitas Asia Pasifik memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi seiring dengan transformasi digital yang dilakukan negara-negara di kawasan ini.

Oleh karena itu, untuk menangkap besarnya peluang tersebut, Telkom melakukan tiga strategi berupa penguatan infrastruktur konektivitas, membangun dan menjadikan Manado sebagai gerbang internet kedua, dan ekspansi data center di kawasan regional.

Dalam paparannya di hadapan 600 peserta konferensi internasional Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2022, Direktur Wholesale & International Business Telkom Bogi Witjaksono menjelaskan, adopsi digital di Indonesia yang sangat luar biasa.

"Tercatat, total pengguna internet mencapai 204,7 juta atau 73,7 persen dari total populasi, kemudian ada 370,1 juta pengguna selular, dan 191,4 juta pengguna aktif media sosial," kata Bogi, Kamis (22/9/2022).

Selain itu, sebanyak 94,1 persen pengakses internet menggunakan telepon selular dan 40,2 juta pengakses content provider.

TelkomGroup, melihat tren ke depan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia akan didorong oleh content providers dan hyperscale dan mereka membutuhkan akses bandwith internasional yang besar serta data center.

"Melihat hal ini, TelkomGroup sudah sedari awal mengembangkan dan membangun jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) alternatif," jelas Bogi.

Tujuannya agar memindahkan beban akses jaringan dari wilayah Barat ke Timur Indonesia, selain untuk memitigasi jika ada gangguan jaringan gateway di wilayah Barat.

“Besarnya pengguna digital di Indonesia ini akan membuat penggerak traffic data akan berasal dari content providers. Belanja akan terus meningkat dan yang terpenting adalah bagaimana menyeimbangkan pengalaman pengguna dengan belanja investasi,” jelas Bogi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved