Berita Madiun

Peringati Hari Tani Nasional, Siswa MTSN 3 Madiun Kreasikan Motif Batik Magersari

Dalam momentum Hari Tani Nasional, siswa MTSN 3 Madiun mengkreasikan motif batik bertema produk pertanian.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Cak Sur
Istimewa
Ketua Dekranasda Kabupaten Madiun, Penta Ahmad Dawami mengapresiasi motif batik Magersari karya siswa MTS Negeri 3 Madiun. 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Dalam momentum Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September, siswa MTS Negeri 3 Madiun mengkreasikan motif batik bertema produk pertanian.

Motif batik yang diberi nama 'Magersari' tersebut merupakan kreasi dari seorang siswi sekolah tersebut, Nurul Fahma Maulida (15).

Kepala Sekolah MTSN 3 Madiun, Ruwiyati Rohmah mengatakan, motif batik tersebut merupakan hasil riset sosial yang mengedepankan kearifan lokal terutama Kecamatan Kebonsari.

"Bahan pewarnanya kami ambil di sekitar sekolah yang masih berada di Kecamatan Kebonsari, yaitu tanaman Indigofera," kata Ruwiyati, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Siswi Madiun Abadikan Potensi dan Kearifan Lokal dalam Motif Batik Magersari

Proses mencanting batik Magersari karya Siswa MTSN 3 Madiun, Nurul Fahma Maulida (15).
Proses mencanting batik Magersari karya Siswa MTSN 3 Madiun, Nurul Fahma Maulida (15). (SURYA.CO.ID/Sofyan Arif Candra Sakti)

Indigofera tersebut diklaim Ruwiyati lebih bagus dan awet untuk pewarnaan batik, selain itu juga ramah lingkungan.

Begitu juga untuk motif batik terinsipirasi dari potensi dan kearifan lokal Kecamatan Kebonsari yaitu Jagung, Bunga Mangga, Kue Manco, Alat Musik Gembrung, Sirap Baronan, dan tiang Satrio Pinayungan Pendopo Muda Graha.

Batik Magersari ini, dikatakan Rumiyati sudah mendapatkan apresiasi dari sejumlah tokoh mulai dari Ketua Dekranasda Kabupaten Madiun Penta Ahmad Dawami, hingga Ketua HKTI Kabupaten Madiun yang juga Wakil Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

"Kami sedang mengurus NIB. Karena selain akan kami gunakan untuk internal madrasah, kami juga produksi massal," ucap Rumiyati.

"Sudah banyak yang pesan dan ini masih menunggu, karena pembuatannya butuh waktu 3 pekan untuk satu 1 kain," lanjutnya.

Pembuatannya membutuhkan waktu yang lama lantaran menggunakan teknik batik tulis. Selain itu, mengerjakannya di sela-sela belajar para siswa dan juga pada jam ekstrakurikuler.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved