Berita Tulungagung

Nama 5 PNS dan PPPK Diduga Dicatut Parpol di Tulungagung, Bawaslu: Yang Dirugikan Bisa Lapor Polisi

Sebanyak 25 warga Tulungagung mengadu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena namanya dicatut Partai Politik (Parpol).

Penulis: David Yohanes | Editor: irwan sy
SURYA.CO.ID/David Yohanes
Ketua Bawaslu Tulungagung, Fayakun. 

Berita Tulungagung

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Sebanyak 25 warga Tulungagung mengadu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Mereka mengadu lantaran diduga namanya dicatut Partai Politik (Parpol).

Nama mereka diduga dimasukkan dalam pendukung Parpol untuk kepentingan verifikasi administrasi parpol itu.

Menurut Ketua Bawaslu Tulungagung, Fayakun, ada 15 pengadu telah ditindaklanjuti oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Ada 15 warga yang sudah mengadu lebih dulu dan nama mereka sudah dihapuskan oleh KPU. Namun 10 nama belum kami ajukan ke KPU," terang Fayakun.

Dari 25 orang yang dicatut oleh Parpol ini, 5 di antaranya berstatus PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dalam formulir yang mereka masukkan, pekerjaan mereka sebagai guru dan pendidik.

Menurut Fayakun, pencatutan nama warga berstatus PNS dan PPPK sangat membahayakan pihak yang dicatut.

"PNS dan PPPK termasuk pekerjaan yang dilarang masuk Parpol. Jika nama mereka masuk data Parpol, tentu berbahaya bagi karir mereka," ungkap Fayakun.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved