Berita Probolinggo

Kota Probolinggo Disergap Panas Terik Akibat Siklus La Nina, Picu Dehidrasi dan Ganggu Kesehatan

Cuaca terik yang terjadi di Kota Probolinggo dapat menggangu kesehatan, antara lain flu, batuk dan demam. Selain itu pula dehidrasi.

Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Danendra Kusumawardana
Suasana panas terik di salah satu ruas jalan di Kota Probolinggo, Jumat (23/9/2022). 

SURYA.CO.ID, PROBOLINGGO - Belakangan ini, suhu udara di Kota Probolinggo terasa panas terik.

Bahkan, tercatat pada siang hingga sore hari, suhu tertinggi di Kota Mangga mencapai 34 derajat celcius.

Hal tersebut membuat masyarakat gerah dan memicu dehidrasi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Probolinggo, Sugito Prasetyo mengatakan, cuaca terik ini dipengaruhi siklus La Nina.

Siklus La Nina membuat suhu cepat berubah. Menjelang Subuh hingga pukul 08.00 WIB suhu udara cenderung dingin hingga 25-26 derajat celcius serta angin berhembus kencang, kecepatannya 15 km/jam.

Pukul 09.00-15.00 WIB, tiupan angin mulai melandai. Tingkat perawanan menjadi rendah sehingga mengoptimumkan penerimaan sinar matahari. Cuaca pun berubah terik.

"Ketika siang hingga sore hari hawa terasa panas," kata Sugito, Jumat (23/9/2022).

Sugito mengungkapkan, cuaca terik yang terjadi di Kota Probolinggo dapat menggangu kesehatan, antara lain flu, batuk dan demam. Selain itu pula dehidrasi.

Oleh karenanya, ia mengimbau agar warga mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari paparan sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan.

Di samping itu, warga perlu minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi.

"Warga diimbau tetap menjaga kesehatan serta mengonsumsi makanan bergizi. Tak kalah penting menghindari aktivitas bakar sampah serampangan untuk menekan potensi kebakaran lahan," paparnya.

Dia berharap, menjelang ancaman bencana hidrometeorologi saat cuaca ekstrem ke depan, warga gotong-royong membersihkan selokan atau saluran air di sekitar rumah.

Itu untuk menghindari meluapnya air akibat selokan tersumbat sampah maupun material lain.

Potensi pohon tumbang tidak boleh dikesampingkan. Karena hingga kini angin masih bertiup kencang.

"Potensi pohon tumbang masih ada dan berlanjut hingga memasuki cuaca ektrem ke depan. Warga bisa melaporkan ke 112, pihak terkait akan melakukan perampingan pohon dan normalisasi selokan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved