Berita Gresik

HMI Gresik Protes Penanganan Kasus Pernikahan Manusia dan Hewan, Beri Kejari MosiTidak Percaya

“Tersangka ini bukan orang sembarangan, sehingga kami meminta kelengkapan berkas dari penyidik Polres Gresik,” kata Deni.

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad Sugiyono
Aksi unjuk rasa mahasiswa dari HMI Gresik yang meminta Kejari Gresik segera menerima kasus dugaan penistaan agama, pernikahan manusia dengan domba, Jumat (23/9/2022). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Jalan Raya Permata Kecamatan Kebomas, Jumat (23/9/2022). Unjuk rasa tersebut mendesak Kejari Gresik untuk segera menerima berkas dan tersangka kasus penistaan agama yang disulut ritual pernikahan manusia dan domba.

Saat unjuk rasa, massa membentangkan spanduk bertuliskan 'Mosi Tidak Percaya Atas Penegakkan Hukum di Kabupaten Gresik. Segera P21 kan Tersangka Pelaku Penistaan Agama'.

Beberapa tuntutan aksi itu disampaikan Al lail Qadri selaku Kordinator lapangan (Korlap) melalui orasinya. Yaitu Kejari Gresik harus segera menerima berkas tersangka kasus dugaan penistaan agama yang masih disimpan Polres Gresik.

Para mahasiswa yang tergabung di HMI menyampaikan mosi tidak percaya atas penegakkan hukum di Kabupaten Gresik.

“Kita beri mosi tidak percaya atas penegakkan hukum di Kabupaten Gresik. Apalagi (dalam kasus ini) ada MUI selalu saksi ahli. Kami menunggu kinerja dari penegak hukum. Kami mahasiswa sebagai agen perubahan akan terus mengawal isu kasus dugaan penistaan agama,” kata Al lail Qadri.

Sementara Kasi Intel Kejari Gresik, Deni Niswansyah mejawab tuntutan mahasiswa tersebut, dengan menjelaskan bahwa perkara ini harus dilengkapi penyidik Polres Gresik. Sebab dalam kasus ini juga ada tersangka yang bukan orang sembarangan.

“Tersangka ini bukan orang sembarangan, sehingga kami meminta kelengkapan berkas dari penyidik Polres Gresik,” kata Deni.

Ia mengungkapkan, penyidik Kejari Gresik sudah dua kali mengembalikan berkas perkara ke penyidik Polres Gresik. Pengembalian berkas tersebut berkaitan kelengkapan keterangan saksi, keterangan tersangka, barang bukti dan keterangan ahli.

“Kita akan tunggu lagi pelimpahan berkas pekan depan tanggal 28 September 2022. Kita ingin penguatan pembuktiannya. Bisa keterangan tersangka, keterangan saksi ahli dan alat bukti. Ada beberapa yang mungkin belum dilampirkan dan kurang dalam pemeriksaan,” jelas Deni.

Setelah mendapat keterangan dari Kasi Intel Kejari Gresik, HMI Gresik langsung membubarkan diri dengan pengawalan ketat polisi.

Seperti diketahui, masyarakat santri di Gresik dibuat geram dengan beredarnya rekaman pernikahan antara manusia dan domba di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Minggu (5/6/2022) silam.

Ternyata pesanggrahan itu adalah milik Nur Hudi Didin Ariyanto yang juga anggota Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Gresik. Meski para pelaku ritual sudah meminta maaf dan menyatakan bahwa kegiatan itu sekadar dagelan untuk kepentingan konten di media sosial (medsos), kasus itu akhirnya ditangani polisi.

Apalagi diduga rangkaiannya pernikahan nyleneh itu menggunakan ajaran agama Islam. Penyidik Polres Gresik telah menetapkan Nur Hudi Didin Ariyanto sebagai tersangka bersama Arif Saifullah selalu pembuat konten, kemudian Saiful Arif sebagai pengantin laki-laki dan Sutrisna sebagai penghulu.

Para tersangka dikenakan pasal 45a ayat 2 Undang-undang ITE juncto pasal 156a KUHP juncto Pasal 55 KUHP. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved