Berita Nganjuk

Dorong Pembekalan Pendidikan Dini, Kang Marhaen Impikan Pembangunan SDN Unggul di Nganjuk

Selain itu, dikatakan Marhaen, pada usia PAUD merupakan usia emas sangat mudah mengingat dan tidak mudah melupakan

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi menyempatkan diri meninjau hasil ketrampilan pada guru PAUD dalam Safari PPG PAUD di Kecamatan Loceret Nganjuk. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Safari pembinaan pusat gugus (PPG) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terus dilakukan Pemkab Nganjuk. Hal itu sebagai jembatan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas melalui program penguatan para pendidik.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, mewujudkan penciptaan SDM berkuatas perlu dimulai sejak dini. Yakni dimulai dari sekolah PAUD karena pada usia tersebut anak berada dalam golden age yang mampu dibekali pedoman yang kuat.

"Dari situlah bisa dibentuk dan diciptakan kharakter anak yang berkualitas dan memiliki pemikiran cerdas," kata Marhaen di tengah Safari PPG PAUD di Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jumat (23/9/2022).

Selain itu, dikatakan Marhaen, pada usia PAUD merupakan usia emas sangat mudah mengingat dan tidak mudah melupakan. Karena memori otak mereka masih segar dan masih ingin bersenang-senang dan bermain.

"Karena itu, perlu diberikan pondasi dengan pendidikan yang baik pada masa keemasan tersebut dalam menciptakan SDM berkualitas di Nganjuk,' ucap Marhaen.

PAUD itu sendiri merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun. Pembinaan tersebut dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

"Melalui PAUD maka anak akan memulai masa belajarnya sambil bermain di bawah bimbingan para guru yang mumpuni," terangnya.

Untuk itu, ungkap Marhaen, pihaknya mengimbau kepada para Guru PAUD agar terus memberikan bimbingan dan pelajaran yang positif. Tentunya dengan selalu menjalin sinergitas bersama orangtua dan juga anak itu sendiri.

"Dengan begitu anak mampu berkembang dengan baik, dan tumbuh secara inovatif dan aktif untuk bisa memiliki pemikiran yang cerdas," tandasnya. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved