Berita Surabaya

Belasan Pelajar yang Terlibat Tawuran di Ngagel Jalani Pendataan di Polsek Wonokromo Surabaya

Selain itu, pihak Polsek Wonokromo juga telah memanggil para orangtua dari masing-masing remaja yang terlibat.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa BPBD Kota Surabaya
Petugas Gabungan dari BPBD Kota Surabaya, Polsek Wonokromo, dan Satpol PP Surabaya mengobati dua korban luka akibat tawuran pelajar, Kamis (22/9/2022) malam. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sebanyak 17 remaja pelajar SMK yang terlibat tawuran di Jalan Upa Jiwa, Ngagel, Wonokromo, Surabaya, Kamis (22/9/2022) malam, hingga menyebabkan dua orang terluka, sedang menjalani pendataan di Mapolsek Wonokromo.

Selain itu, pihak Polsek Wonokromo juga telah memanggil para orangtua dari masing-masing remaja yang terlibat.

Bahkan, pihak pengurus SMK dari kedua kubu remaja yang terlibat insiden tawuran tersebut, juga dipanggil ke Mapolsek Wonokromo.

Kapolsek Wonokromo Polrestabes Surabaya Kompol Riki Donaire Poliang mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan pendataan terhadap para pelajar yang terlibat insiden tawuran tersebut.

Sengaja pihaknya mendatangkan para orangtua sekaligus pihak sekolah tempat para remaja itu bersekolah, agar pihak Polsek Wonokromo dapat melakukan edukasi pencegahan agar insiden kekerasan antar remaja atau pelajar tersebut, tidak terulang kembali.

"Saat ini mereka masih berada di Polsek Wonokromo. Kami memanggil pihak sekolah maupun dari pihak orangtua, untuk menyampaikan kepada orangtuanya dan dari pihak sekolah, artinya sama sama dengan kami melakukan pembinaan," ujarnya saat ditemui awak media di teras Mapolsek Wonokromo, Jumat (23/9/2022) sore.

Dari belasan orang remaja pelajar SMK tersebut ternyata pelaku utama yang melakukan pemukulan terhadap para korban; RKP (17) dan MIF (17), hanya berjumlah dua orang.

Mengenai penyelidikan lebih lanjut terhadap insiden penganiayaan tersebut.

Kompol Riki mengaku, pihaknya masih menunggu kehadiran orang tua kedua korban, di Mapolsek Wonokromo.

Karena, hingga saat ini, orangtua korban belum dapat hadir memenuhi permintaan pihak kepolisian, sehingga penyidik masih belum dapat persetujuan menindaklanjuti insiden penganiayaan tersebut dengan kontruksi hukum yang berlaku.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved