Berita Pamekasan

Angka Stunting di Pamekasan 11 Persen, Wabup Fattah Jasin : Kader PKK Ikut Andil Mencegah

Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin mengajak semua lapisan masyarakat bersama-sama mencegah stunting pada anak

tribun jatim/kuswanto ferdian
Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin saat sambutan di acara rembuk Stunting yang digelar Dinkes Pamekasan. 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin mengajak semua lapisan masyarakat bersama-sama mencegah stunting pada anak dengan pola hidup yang sehat.

Menurutnya, pencegahan stunting itu bisa dilakukan mulai sebelum menikah dengan memperhatikan kesiapan alat reproduksi, kesehatan sperma bagi kaum pria, dan beberapa persiapan lain agar anaknya kelak tumbuh sehat.

“Oleh karena itu, rembuk-rembuk ini harus bisa menghasilkan siapa dan apa, tugasnya siapa, apa hasilnya, dan dimana tugasnya. Sehingga nanti hasilnya maksimal,” kata Fattah Jasin, Jumat (23/9/2022).

Pendapat dia, tim penggerak PKK memiliki kader hingga tingkat dusun yang dapat dimaksimalkan untuk penekanan angka stunting.

Hanya saja, anggaran untuk PKK tahun 2022 cukup minim, tidak sampai Rp 100 juta.

Padahal, tambah dia, peran PKK sangat penting dalam memberikan edukasi kepada ibu hamil, ibu menyusui dan masyarakat hingga akar rumput lainnya dengan beberapa programnya.

Seperti bulan timbang, dan program lain yang memerlukan dana tidak sedikit.

“Stunting ini memang menjadi perhatian pemerintah, mulai pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten. Selain imunisasi, dan TBC (tubercolusis),” terangnya.

Berdasarkan data dari pemerintah pusat, angka stunting di Pamekasan cukup tinggi, yakni mencapai hingga 38 persen, padahal temuan atau fakta dari petugas di lapangan angka stunting di daerahnya hanya sekitar 11 persen.

Tentu, perlu penyelarasan data dengan pemerintah daerah perihal validasi data tersebut.

“Kalau rumusnya ingin mengurangi stunting, maka semua pihak harus bersama-sama. Pak camat, pak klebun, dan puskesmas harus punya data. Dari 38 persen ternyata di lapangan hanya 11 persen, nah yang 11 persen ini harus tahu by name by address-nya,” pintanya.

Saran Fattah Jasin, validitas data itu penting agar anggaran yang disediakan pemerintah kabupaten bagi masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menekan angka stunting tepat sasaran.

Hal itu akan berdampak pada kesuksesan percepatan penekanan angka stunting di Pamekasan.

“Masyarakat perlu tahu tentang gizi seimbang, selain makan nasi harus diimbangi juga dengan buah, sayur, lauk, dan lain-lain. Sehingga kita bebas dari stunting,” pungkasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved