Berita Malang Raya

250 Warga di Kepanjen Kabupaten Malang Gunakan Kompor Gas Metan dari Pengolahan Sampah

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang berencana mengembangkan gas metan sampah sebagai bahan bakar pengganti liquid petroleum gas alias LPG.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/purwanto
Warga Talangagung, Kabupaten Malang memanfaatkan aliran Gas Metana (CH4) dari TPA (tempat pemrosesan akhir) Talangagung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (22/9/2022). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang berencana mengembangkan gas metan sampah sebagai bahan bakar pengganti liquid petroleum gas alias LPG.

Sejauh ini, sudah ada 250 warga yang rumahnya terinstalasi kompor gas metan yang berasal dari pengelolahan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA) Talangagung, Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

"Pengembangan gas metan ini sejak 2019. Dilakukan secara otodidak oleh pegawai pengelola TPA Talangagung. Jadi gas metana ini berasal dari sampah non organik. Pemanfaatan sampah menjadi hal berguna bagus untuk lingkungan," ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Renung Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang Renung Rubiyataji ketika dikonfirmasi.

Kata Renung, pihaknya masih memikirkan cara agar sebaran gas metan untuk memasak ke rumah warga dapat semakin masif.

Saat ini skemanya masih konvensional. Tumpukan sampah yang mengandung gas metan sudah dipasang pipa.

Pipa tersebut kemudian disedot blower yang menghisap gas-gas yang dapat memicu api.

"Gas yang disedot selain mengandung gas metana atau CH4. Juga terdapat Hidrogen (H2), Hidrogen Sulfida (H2S), Nitrogen Okside (NOX), dan Sulfur Dioksida (SOX). Inilah yang perlu disaring sehingga bisa menghasilkan murni hanya gas metana saja," ucap Renung.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved