Berita Gresik

Proyek Jalan Tak Kunjung Selesai Hingga Warga Alami Kecelekaan, Kades di Gresik Mengamuk

Melihat pengerjaan proyek jalan di desanya tak kunjung selesai, Kades Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, mengamuk.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Willy Abraham
Kepala Desa Tenggor, Kowianto (tengah) memarahi pengawas proyek (kanan) jalan di Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Kamis (22/9/2022). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Sepertinya habis sudah kesabaran Kepala Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Kowianto saat melihat pengerjaan proyek jalan di desanya tak kunjung selesai. Bahkan, ada warganya yang sampai mengalami kecelakaan.

Hingga akhirnya pengawas proyek yang berada di lokasi  menjadi sasaran amukannya. Kowianto langsung memarahi pengawas proyek itu di tepi jalan desa.

Kowianto mengaku sangat jengkel, karena proyek betonisasi mangkrak kurang lebih dua bulan tak kunjung usai.

Turun dari sepeda motor dibonceng perangkatnya, Kowianto langsung menghampiri pengawas proyek yang diketahui bernama Hendra itu. Saat itu alat berat baru saja datang.

Dengan nada tinggi, Kowianto langsung ngamuk. Meskipun pengawas berusaha memberikan penjelasan.

Kowianto meminta pengawas segera memberitahu kontraktor atau pelaksana CV Linggis Nusantara dan petugas Dinas PUTR Gresik untuk segera datang.

Kades mengancam apabila pelaksana proyek tidak sanggup mengerjakan proyek betonisasi jalan, ia  meminta proyek agar dikembalikan ke pemerintah desa. Pasalnya, pihak desa sanggup mengerjakan sendiri.

Hendra mengaku terjadi keterlambatan pembangunan. Proyek betonisasi jalan di Desa Tenggor dikerjakan sejak dua bulan lalu. Proyek betonisasi sepanjang 310 meter itu menelan anggaran kurang lebih Rp 800 juta.

Seharusnya sudah masuk tahap perataan atau pemadatan lantai dasar. Namun, di lapangan masih tahap pelebaran pondasi jalan.

"Ini tadi pak kades marah-marah karena ada keterlambatan pembangun jalan, ya nanti saya sampaikan ke atasan, bukan saya kontraktornya, saya hanya pengawas. Mungkin pak kades marah-marah karena seminggu tidak ada aktifitas pembangunan, terus warganya baru saja kecelakaan di sini," kata Hendra, Kamis (22/9/2022).

Sementara, Kowianto mengaku jengkel melihat pekerjaan yang mangkrak. Sudah dua bulan belum ada progress signifikan. Ditambah lagi warganya mengalami kecelakaan di lokasi proyek tersebut.

"Saya itu merasa jengkel karena sudah dua bulan ini proyek tidak ada tindak lanjut," kata Kowianto.

Proyek betonisasi jalan di Desa Tenggor diketahui masih berjalan 10 persen. Pengawas proyek tidak tahu penyebab molornya pengerjaan. Proyek tersebut ditargetkan sudah selesai pada bulan November dan bisa dilintasi warga.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved