Berita Tulungagung

Modin di Tulungagung yang Didemo Warga Karena Dugaan Selingkuh Akhirnya Dipecat

Modin Desa Karanganom, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Wahyu Hadi Santoso yang diduga berselingkuh dipecat tanpa pesangon.

Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/David Yohanes
Modin Desa Karanganom, Kecamatan Kauman, Tulungagung, Wahyu Hadi Santoso diamankan polisi saat warga unjuk rasa di kantor desa pada Mei 2022 lalu. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Kepala Desa (Kades) Karanganom, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Sukar akhirnya memecat Kasi Pelayanan (dulunya Kaur Kesra) atau Modin, Wahyu Hadi Santoso yang diduga berselingkuh.

Pemecatan ini berdasar rekomendasi Bupati Tulungagung, setelah menerima hasil kajian dari Inspektorat.

Kades Karanganom, Sukar mengaku sudah memberhentikan Wahyu pada Jumat (2/9/2022) lalu.

"Keputusan pemecatan dilakukan lewat mekanisme musyawarah desa," terang Sukar, Kamis (22/9/2022).

Dalam Musyawarah Desa (Musdes) ini memutuskan, Wahyu dipecat tanpa pesangon. Pemecatan ini juga sudah sesuai dengan aspirasi warga Desa Karanganom.

Jabatan yang ditinggalkan Wahyu untuk sementara diisi seorang pelaksana tugas (Plt) dari perangkat lain.

"Plt akan menjalani uji coba dalam tugas selama dua bulan ke depan," ujarnya.

Kasus ini mencuat ketika ada dua perempuan datang ke Kantor Desa Karanganom, sebelum lebaran 2022 lalu. Mereka mencari Wahyu yang disebut sebagai pegawai Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung.

Satu perempuan dari Desa Kacangan, Kecamatan Ngunut ternyata sudah nikah siri dengan Wahyu.

Sedangkan perempuan satunya seorang guru MTs asal Desa Bethak, Kecamatan Kalidawir.

Ternyata Wahyu yang mereka cari adalah Modin Desa Karanganom, sementara yang menjadi pegawai Dinas PUPR adalah istrinya.

Warga pun beramai-ramai unjuk rasa ke kantor desa, menuntut pencopotan ayah satu anak ini pada Mei 2022. Mereka juga mencopot Wahyu dari takmir masjid, karena dinilai tidak layak. Namun Wahyu melakukan perlawanan dan menolak mundur.

Kasusnya lalu bergulir di Inspektorat Kabupaten Tulungagung. Hasil pemeriksaan Inspektorat menyimpulkan, ada sejumlah pasal yang dilanggar oleh Wahyu.

Hasil pemeriksaan ini lalu diserahkan ke Bupati Tulungagung, lalu bupati mengeluarkan rekomendasi kepada Kades.

Sebagai pimpinan, Kades direkomendasikan untuk melakukan pencopotan terhadap Wahyu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved