Berita Lamongan

Kejari Lamongan Damaikan Kasus Pencurian 7 CD Mantan Istri, Pelaku Berdalih Masih Sayang

Suedi mengaku masih sakit hati karena digugat cerai oleh Azizah padahal ia masih menyayangi wanita itu.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Langkah Kejari Lamongan lewat pendekatan restorative justice (RJ) menghasilkan keputusan yang melegakan Suedi, Kamis (22/9/2022). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Pelaksanaan Restorative Justice (RJ) memang tepat untuk menuntaskan kasus pidana umum secara kekeluargaan, tetapi penegak hukum kadang harus menghadapi perkara yang menggelikan. Seperti kasus pencurian 7 helai celana dalam (celdam) alias CD yang dilakukan Suedi Lukito (41) di rumah mantan istrinya di Desa Simbatan, Kecamatan Sariejo pada Juli 2022 lalu.

Suedi sengaja mengambil 7 CD milik Nur Azizah Binti Sukono (39), mantan istrinya. Keduanya telah bercerai sejak 2021 lalu namun Suedi mengaku masih sakit hati karena digugat cerai oleh Azizah padahal ia masih menyayangi wanita itu.

Pencurian pakaian dalam itu pun dilaporkan ke polisi, sehingga Suedi pun diperiksa dan perkaranya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan. Tetapi setelah melalui berbagai pertimbangan, mediasi antara pelaku dan korban, kejari menghentikan penuntutan perkara pencurian dengan pendekatan RJ, Kamis (22/9/2022).

"Tetapi setelah melalui pendekatan RJ, perkara ini sampai pada kesimpulan diterbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP)," ungkap Kasi Pidum Kejari Lamongan, Agung Rokhaniawan, Kamis (22/9/2022)

Perkara yang menjerat Suedi tersebut merupakan tindak pidana umum dan untuk pertama kalinya kejari menghentikan penuntutan dengan mempertimbangkan nilai-nilai keadilan di masyarakat.

Proses penghentian perkara ini, ungkap Agung, dimulai dari profiling melalui tokoh masyarakat dan korban yaitu mantan istri tersangka. Kemudian dilanjutkan oleh jaksa selaku fasilitator untuk memediasi perdamaian antara tersangka dan korban.

"Hasil kesepakatan antara Suedi dan mantan istrinya tersebut kemudian diajukan persetujuan kepada pimpinan Kejaksaan Tinggi Jatim sampai ke Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum)," jelas Agung.

Hingga akhirnya disetujui oleh Kejagung dengan mempertimbangkan nilai-nilai keadilan pada masyarakat. Dan hasilnya lewat RJ maka kedua belah pihak yaitu korban dan terdakwa didamaikan.

Menurut Agung, awalnya perkara terjadi di rumah korban Nur Azizah Binti Sukono di Desa Simbatan. Awalnya Suedi hanya berniat mengambil ijazahnya di rumah mantan istrinya itu namun di sana ia tidak bertemu korban.

Suedi tetap masuk ke dalam rumah melalui pintu depan yang saat itu tidak terkunci, tetapi tidak berhasil menemukan ijazah miliknya. Saat itulah ia melihat HP merk Samsung A52 warna hitam milik korban yang tergeletak di atas meja, lantas mengambilnya.

"Tersangka mengaku masih sakit hati dan cemburu terhadap korban Nur Azizah, mantan istrinya karena telah menceraikannya, sementara ia mengakumasih sayang," ungkap Agung.

Selain mengambil HP, Suedi juga mengambil 7 CD milik korban. Barang-barang hasil curian itu disimpan sementara di kandang bebek. "Aksi pencurian itu menurut alasan tersangka, karena masih sayang, dan tidak terima dicerai," ia mengulangi.

Agung menuturkan, akhirnya kejari memutuskan untuk menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan setelah memperhatikan beragam pertimbangan. Salah satunya, antara korban dan terdakwa sepakat menyelesaikan secara musyawarah.

"Juga adanya iktikad baik antara terdakwa dengan korban untuk saling memaafkan. Apalagi sebelumnya mereka ini pasangan suami istri," papar Agung.

Agung berharap Suedi dapat kembali lagi ke masyarakat dan dapat bekerja kembali dengan baik. Suedi juga diminta mengikhlaskan perceraian yang dialaminya sejak 2021 itu. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved