Berita Bangkalan

Kasus Dugaan Pemerasan pada SD di Kabupaten Bangkalan, Satreskrim Segera Panggil Pihak Terlapor

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya mengungkapkan, semua pelapor atau para guru SD termasuk koordinator telah dimintai keterangan.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/ahmad faisol
Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/9/2022) 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Kasus dugaan tindak pidana pemerasan terhadap lembaga pendidikan Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Tanah Merah menjadi perhatian serius Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bangkalan.

Saat ini, pihak penyidik telah merampungkan pemeriksaan terhadap 5 saksi sekaligus pelapor.

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya mengungkapkan, semua pelapor atau para guru SD termasuk koordinator telah dimintai keterangan.

Namun dari kelima pelapor hanya tiga pelapor di antaranya yang hadir dalam penyerahan uang senilai Rp 2,5 juta.

“Kebanyakan mereka (pelapor) tidak mengenal (para terlapor), hanya ada satu-dua yang dikenal. Dalam penyerahan uang tersebut, semua pihak terlapor hadir,” ungkap Bangkit, Rabu (21/9/2022).

Kelima terlapor yang mengaku sebagai wartawan yakni berinisial JM, AL, MD, RB dan IW.

Dalam waktu dekat, Satuan Reskrim Polres Bangkalan segera melakukan pemanggilan terhadap kelima terlapor untuk dimintai keterangan atas dugaan tindak pidana pemerasan.

“Kami akan memproses secara objektif. Pihak terlapor meminta sejumlah uang untuk menutup berita yang telah terbit sebelumnya,” tegas Bangkit.

Dugaan tindakan pemerasan oleh 5 orang yang mengaku wartawan itu berkaitan dengan pemberitaan tentang tuduhan pungutan liar untuk pembelian buku Lembar Kerja Siswa (LKS) di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Tanah Merah.

Pihak terlapor, lanjut Bangkit, awalnya meminta uang senilai Rp 5 juta.
Namun terjadi tawar menawar hingga disepakati senilai Rp 2,5 juta.

Penyerahan uang senilai itu disaksikan tiga orang dari pihak pelapor.

“Sekali lagi saya tegaskan, proses lurus secara prosedur. Pemerasan seperti dalam Pasal 368 KUHP.,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved