Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Instruksikan Setiap Sekolah di Jatim Bentuk Satgas Perlindungan Siswa

Gubernur Khofifah mengambil langkah responsif terhadap maraknya tindak kekerasan fisik yang akhir-akhir ini terjadi di lingkungan satuan pendidikan.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Istimewa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengambil langkah responsif terhadap maraknya tindak kekerasan fisik yang akhir-akhir ini terjadi di lingkungan satuan pendidikan.

Diketahui Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, setidaknya secara nasional ada 18 kasus kekerasan di satuan pendidikan selama tahun 2021.

Tak terkecuali di Jatim, tercatat dalam satu bulan terakhir, terjadi dua kasus kekerasan hingga mengakibatkan seorang siswa meninggal dunia.

Rincinya, kasus pertama terjadi di salah satu SMK di Jember pada bulan Agustus 2022 yang lalu. Aksi kekerasan fisik menimpa seorang siswa kelas X yang setelah dirawat di rumah sakit, siswa yang bersangkutan meninggal dunia.

Kejadian lainnya menimpa seorang pelajar SMA kelas XI di Sidoarjo yang juga setelah dirawat di rumah sakit, korban meninggal dunia karena pendarahan otak.

Secara pribadi, Gubernur Khofifah menyayangkan aksi kekerasan fisik tersebut. Menurutnya lingkungan pendidikan seharusnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa.

Padahal Kemdikbud Ristek juga telah mengeluarkan regulasi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman melalui Permendikbud No 82 Tahun 2015. Peraturan ini berisi tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Untuk itu, sebagai bentuk perlindungan kepada siswa di lingkungan satuan pendidikan, Gubernur Khofifah menginstruksikan pembentukan satgas perlindungan siswa di sekolah kepada Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Dikatakan Khofifah, secara formal tanggung jawab sekolah adalah selama siswa berada di sekolah dan pada jam sekolah. Namun, pembentukan karakter siswa juga dilakukan di sekolah. Sehingga ditegaskan Khofifah, perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama.

Selain itu, Khofifah juga melanjutkan, sebagai upaya pencegahan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan, hal yang paling krusial yang harus dipahami sekolah adalah bentuk kekeraaan serta dampak yang mungkin ditimbulkan dari tindak kekerasan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved