Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Beri Motivasi Ratusan Guru Diniyah Penerima Beasiswa Kuliah dari Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah memberikan motivasi kepada ratusan guru diniyah penerima beasiswa program peningkatan kualifikasi guru pendidikan diniyah

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan pengarahan dan motivasi pada ratusan guru diniyah penerima beasiswa program peningkatan kualifikasi guru pendidikan diniyah Provinsi Jatim tahun 2022, di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (22/9/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan pengarahan dan motivasi kepada ratusan guru diniyah penerima beasiswa program peningkatan kualifikasi guru pendidikan diniyah Provinsi Jatim tahun 2022, di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (22/9/2022). 

Sebagaimana diketahui, dalam upaya mendorong agar para guru diniyah memiliki kompetensi yang lebih tinggi, Pemprov Jatim terus memberikan support untuk para guru diniyah di pesantren Jawa Timur. 

Salah satunya dengan pemberian beasiswa melalui Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) untuk mahasantri dan mahasiswa jenjang S1, S2 dan S3, hingga beasiswa kuliah ke luar negeri khususnya di Universitas Al Azhar Kairo Mesir.

Lebih lanjut saat memberi motivasi pada para guru diniyah penerima beasiswa kuliah jenjang S1 dan S2 tahun 2022, Gubernur Khofifah menuturkan harapannya agar mahasantri maupun ma’had aly dapat mengambil peran dalam membangun peradaban dunia.

"Inilah yang tentu diharapkan oleh dunia bahwa ma'had aly akan menjadi bagian dari lini terdepan dalam membangun peradaban dunia," tandas Khofifah. 

Selaras dengan tema yang diangkat yaitu Intellectual Capital dan Masa Depan Bangsa, Khofifah menjelaskan bahwa untuk menjadi front liner, ma'had aly dan mahasantri harus melakukan ikhtiar yang berseiring dengan perkembangan global saat ini. Seperti digitalisasi, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

"Maka hari ini betapa digital ecosystem harus berseiring dengan berbagai ikhtiar pendidikan yang dilakukan di berbagai ma'had aly," jelasnya.

Bahkan, Khofifah menyebut, mahasantri yang dulu hanya berkutat pada ilmu-ilmu agama saat ini pun dituntut untuk harus menguasai berbagai ilmu yang linier dengan perkembangan zaman saat ini.

Selain itu, Gubernur Khofifah menilai pentingnya diversifikasi profesi khususnya dari lulusan ma'had aly. Karena untuk melakukan ikhtiar konkret membangun peradaban tidak cukup dengan memahami ilmu agama dan syariat.

"Betapa pentingnya diversifikasi profesi saat ini, berangkatnya bisa dari latar belakang keilmuan yang berbeda, profesi-profesi yang lain begitu dibutuhkan untuk bisa menjawab berbagai masalah persoalan institusional lokal, regional, maupun global," tuturnya.

"Kita butuh banyak dokter, kita butuh banyak profesor untuk membangun kemajuan peradaban dunia yang dimulai dari Indonesia, dan dari Indonesianya dimulai dari Jawa Timur," tegasnya.

Sementara itu Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur, Abdul Halim Soebahar menyampaikan terima kasih atas partisipasi, sinergi dan kolaborasi yang dibangun antara LPPD dan Pemprov Jatim. 

Ia berharap, beasiswa yang diberikan bisa memberikan penguatan dan menjadi bagian awal dari munculnya pusat-pusat peradaban yang menginspirasi lebih banyak lagi generasi muda yang berilmu dan berakhlak.

"Generasi yang akan datang itu harus memiliki potensi, potensi zikir potensi pikir yang menyatu dalam rangka menggagas masa depan," ucap Abdul Halim Soebahar.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved