Berita Surabaya

FK Unair Lantik 140 Dokter Spesialis Termasuk Anak Mahfud MD

Menko Polhukam, Mahfud MD menghadiri prosesi pelantikan anaknya, Vina Amalia dr Sp KFR M Ked Klin sebagai dokter spesialis di Aula FK Unair

Penulis: Zainal Arif | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Zainal Arif
Suasana Prosesi pelantikan dokter spesialis 1 dan 2 di Aula Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR), Kamis (22/9/2022). Satu di antara 140 dokter spesialis yang dilantik Dekan Fakultas Kedokteran Unair, Budi Santoso merupakan putri dari Menko Polhukam Mahfud MD. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Menteri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia (Menko Polhukam), Mahfud MD menghadiri prosesi pelantikan dokter spesialis 1 dan 2 di Aula Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair), Kamis (22/9/2022).

Kedatangannya kali ini, ialah untuk menyaksikan secara langsung anaknya dinyatakan lulus setelah menjalani studi pada program spesialis Ilmu kedokteran fisik dan rehabilitasi medik (Sp.KFR).

“Alhamdulillah, saya bisa hadir di pelantikan dokter spesialis. Anak saya (Vina Amalia dr Sp KFR M Ked Klin) hari ini dilantik sebagai dokter spesialis Ilmu kedokteran fisik dan rehabilitasi medik (Sp.KFR),” terangnya.

Mahfud MD berharap kepada 140 dokter PPDS yang lulus hari ini, supaya dapat mengabdi kepada bangsa dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera.

"Tujuan negara Indonesia salah satunya membangun kesejahteraan umum. Ada 3 hal yang harus dimiliki Indonesia yakni ekonomi cukup, kesehatan bagus dan pendidikan bagus. Hari ini, Unair kembali mencetak tenaga-tenaga untuk mewujudkan kesehatan bangsa," ujar Mahfud MD.

Tak hanya itu, pria asal Pamekasan Madura ini juga menginginkan, agar 140 dokter PPDS yang lulus hari ini menjadi solusi bagi pemerataan dokter di Indonesia.

Seperti yang diketahui, distribusi dokter di Indonesia masih belum merata. Kebanyakan dokter masih banyak yang bertugas di Pulau Jawa, Sumatera, Bali dan provinsi besar lainnya.

"Kementerian Kesehatan akan mengatur hal ini (permasalahan pemerataan), ada otonomi daerah juga yang bisa memperjuangkan hal itu masing-masing," ungkapnya.

Sejalan dengan Menko Polhukam, Dekan FK Unair, Prof Dr dr Budi Santoso SpOG (K) mengatakan distribusi dokter saat ini masih belum merata.

"Semoga para dokter PPDS yang lulus hari ini bisa menyebar dan tidak berkumpul di kota/provinsi besar saja," harapnya.

Ia juga menyadari, saat ini regulasi distribusi dokter di Indonesia memang perlu ditinjau kembali oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Dari fakultas memang tidak bisa dominan mengarahkan, karena yang punya regulasi distribusi dokter tersebut adalah Kemenkes," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved