Berita Lumajang

Cegah Kecelakaan, Polisi Tegaskan Kembali Jam Operasional Truk di Lumajang

Polisi di Lumajang menekankan kepada semua sopir armada truk pasir untuk menaati aturan pembatasan jam operasional kendaraan tambang.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Polisi di Lumajang menindak sopir truk yang melanggar aturan batas kecepatan maksimal. 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG -  Kecelakaan lalu lintas di depan SPBU Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, Lumajang, beberapa hari lalu benar-benar menjadi bahan evaluasi bagi polisi.

Usai kejadian itu, polisi di Lumajang sekarang terlihat gencar menindak pengendara yang abai terhadap aturan rambu-rambu lalu lintas.

Sebab, banyak laporan masyarakat kejadian itu dipicu karena kebiasaan sopir yang kerap melaju melebihi batas kecepatan maksimal.

Ruas jalan yang saat ini sering digunakan tempat operasi rute-rute jalan yang menuju kawasan tambang. Di antaranya Tempeh, Pasirian, termasuk Wonorejo. Tiap kali ada sopir yang mengendarai armada secara ugal-ugalan petugas terlihat langsung bertindak.

Kasubsipenmas Penmas Polres Lumajang, Aipda Eko Budi Laksono mengatakan, razia ini merupakan bentuk pengawasan agar penggunaan ruas jalan provinsi maupun kabupaten agar aman bagi semua pengguna jalan. Sebab, pihaknya sudah banyak menerima keluhan banyak sopir angkutan yang abai terhadap keselamatan berkendara.

Laporan yang banyak didapat, yakni cukup banyak sopir truk yang melebihi kapasitas. Ditambah lagi, biasanya sopir juga melaju dengan kecepatan tinggi. Tak jarang, akibatnya kecelakaan fatal tak terhindarkan.

"Tentu kami tidak ingin kejadian seperti itu tidak terulang, makanya kami perlu mengendalikan atau mengawasi pergerakan arus lalu lintas," kata Aipda Eko, Kamis (22/9/2022).

Eko menuturkan, dalam razia itu pihaknya menekankan kepada semua sopir armada truk pasir untuk menaati aturan pembatasan jam operasional kendaraan tambang.

Kendaraan angkutan pasir, ketika Senin-Sabtu dilarang beroperasi dari pukul 06.00- 08. 00.

Aipda Eko menginginkan semua sopir armada pasir bisa menaati aturan ini, karena jam-jam tersebut jalanan cukup padat mobilisasi siswa yang berangkat menuju sekolah.

"Bagi yang melanggar, sanksinya akan ditilang. Akan tetapi kami sebelumnya kami melakukan sosialisasi," pungkas Aipda Eko.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved