Berita Bangkalan

Anggota Panwascam Terancam Dicoret Karena Narkoba, Tetapi Bawaslu Bangkalan Tidak Syaratkan SKCK

Semisal nanti ternyata ada hasil tes yang menunjukkan positif narkoba pasti kami eliminasi. Kami ganti pendaftar yang lain

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Para pendaftar mengantre di Kantor Bawaslu Kabupaten Bangkalan pada hari kedua rekrutmen anggota panitia pengawas kecamatan, Kamis (22/9/2022). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Meski minat masyarakat Kabupaten Bangkalan untuk menjadi panitia pengawas kecamatan (panwascam) terbilang tinggi, Bawaslu Bangkalan tetap memberlakukan ketentuan tegas. Salah satunya adalah kewajiban mengikuti tes bebas narkoba kepada pendaftar yang lolos seleksi.

Karena Bawaslu menegaskan tidak ada ruang bagi pemakai narkoba di lembaga pengawas pemilu tersebut.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bangkalan, Mustain Saleh kepada SURYA menegaskan, Kamis (22/9/2022), pihaknya akan memberlakukan tes bebas narkoba kepada peserta yang telah lolos seleksi.

Tes tersebut akan dilakukan beberapa saat menjelang pelantikan panwascam terpilih. “Semisal nanti ternyata ada hasil tes yang menunjukkan positif narkoba pasti kami coret dan diganti pendaftar yang lain,” tegasnya.

Tes bebas narkoba sengaja dilakukan pada momen terakhir bersama gelaran psikotes. Itu dilakukan Bawaslu Bangkalan untuk meringankan beban para pendaftar mengingat kedua tes tersebut membutuhkan biaya mahal.

“Memang sebetulnya ada surat keterangan sehat rohani dan bebas narkoba tetapi dua tes ini harus bayar dan agak mahal. Karena itu nanti kami fasilitasi setelah terpilih sebelum pelantikan,” jelasnya.

Sementara di hari kedua pendaftaran, Kamis (22/9/22), Bawaslu telah mencatat 39 orang pendaftar. Dipastikan jumlah pendaftar akan terus bertambah hingga akhir masa pendaftaran, yakni 27 September 2022 mendatang.

Bawaslu menargetkan sebanyak 108 pendaftar, di mana nantinya hanya 54 orang yang akan lolos sebagai panwascam. Artinya, setiap kecamatan hanya diisi 3 anggota panwascam terpilih.

“Kemarin di hari pertama masih 22 orang pendaftar. Namun pada hari kedua ini, tercatat 39 orang pendaftar yang telah memasukkan berkas. Mereka terdiri dari 35 laki-laki dan 4 orang perempuan,” ungkap Mustain.

Mustain menegaskan, pihaknya akan memberlakukan tes bebas narkoba kepada peserta yang telah lolos seleksi. Tes tersebut akan dilakukan beberapa saat menjelang pelantikan panwascam terpilih. “Semisal nanti ternyata ada hasil tes yang menunjukkan positif narkoba pasti kami eliminasi. Kami ganti pendaftar yang lain,” tegasnya.

Selain itu, syarat lain bagi pendaftar adalah usia minimal 25 tahun dengan lampiran e-KTP, pendidikan minimal SMA atau sederajat dengan melampirkan ijazah legalisir, surat lamaran, dan keterangan sehat jasmani dari puskesmas.

Mustain menambahkan, para pendaftar tidak perlu lagi melampirkan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) ataupun surat keterangan tidak pernah dipidana dari Pengadilan Negeri. Melainkan cukup dengan melampirkan surat pernyataan tidak pernah dipidana dengan membubuhkan selembar materai Rp 10.000

“Semuanya jadi satu di surat pernyataan. Jadi sekarang syaratnya sudah sangat mudah, gampang dan murah untuk menjadi penyelenggara pemilu,” pungkas Mustain. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved