Berita Situbondo

Target PAD Tahun 2022 Hanya Naik 0,4 Persen, Pemkab Situbondo Dituding Tidak Serius

Dikatakan, sebenarnya banyak potensi yang digali dalam meningkatkan PAD itu, baik diretribusi dan pajak serta yang lain

Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/izi hartono
Ketua DPRD Situbondo, Edy Wahyudi. 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Ketua DPRD Situbondo, Edy Wahyudi mempertanyakan keseriusan Pemkab Situbondo dalam menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2022. Itu karena target PAD yang dituangkan dalam perubahan APBD terlalu minim dibandingkan dengan realisasinya karena hanya diproyeksikan kenaikan sebesar 0,4 persen.

"Padahal sesuai hitungan kami, target PAD masih ada potensi untuk dinaikkan, minimal di angka 5 persen," ujar Edy Wahyudi kepada SURYA di kantornya, Rabu (22/09/2022).

Untuk itu, mantan wartawan ini mengatakan, dewan mendorong agar potensi pendapatan benar-benar digali. "Saya meminta eksekutif lebih serius menggali potensi daerah dan berkoordinasi supaya target PAD kita lebih besar lagi," ujar Edy.

Saat ditanya kecilnya target PAD, politisi PKB ini melihat karena ketidakmampuan pemda. "Persoalan dan alasannya itu versi pemda, sebab itu adalah ketidakseriusan mereka menaikkan PAD," ungkapnya.

Edy menjelaskan, angka pastinya target di perubahan APBD ini adalah PAD Kabupaten Situbondo mencapai sebesar Rp 229 miliar lebih, sedangkan realisasinya pada 2021 sebesar Rp 228 miliar lebih. "Masak, PAD naik hanya sebesar Rp 1 miliar," tegas Edy.

Dikatakan, sebenarnya banyak potensi yang digali dalam meningkatkan PAD itu, baik diretribusi dan pajak serta yang lainnya. "Situbondo kan daerah pelintasan Jawa dan Bali, artinya kalau potensi itu dimaksimalkan maka bisa besar (PAD-nya). Belum lagi potensi alamnya," tambahnya.

Terpisah, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) Pemkab Situbondo, Edy Wiyono mengatakan, pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mendorong kenaikan PAD pajak dan retribusi di Kabupaten Situbondo.

Menurutnya, untuk tahun 2022 pajak daerah sebesar Rp 51.932.129.478 dan Retribusi Daerah Rp 15.907.215.242 dan di Perubahan APBD tahun 2022, Pajak Daerah menjadi Rp. 55.681.740.297 dan Retribusi Daerah Rp 18.847.712.367. Sedangkan di induk tahun 2023, pajak daerah diproyeksikan sebesar Rp 60.186.915.193 dan Retribusi Daerah Rp. 15.828.400.635.

Selain itu, kata mantan Kepala Kesbangpol ini menyatakan telah melakukan pemasangan 100 alat pemantau khusus di perhotelan, restoran dan rumah makan di Situbondo. "Nanti kami akan juga memasang alat perekam air bawah tanah, tetapi itu masih sebagian saja," ujarnya.

Alasan perlu menaikkan retribusi, lanjutnya, karena ke depannya pemda ada ketergantungan fiskal dari pusat, hal ini sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022. "Dan kami sedang menyusun Raperda tentang pajak dan retribusi itu," pungkasnya. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved