Berita Nganjuk

Stunting di Nganjuk Masih 25 Persen, TP PKK Dorong Masyarakat Budidayakan Dan Olah Sayuran

budidaya dan aneka olahan sayuran merupakan prioritas ketahanan pangan. Selain itu sebagai percepatan penganekaragam konsumsi panganan.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Sri Wahyuni Marhaen Djumadi memberi sosialisasi budidaya dan aneka olahan sayuran dalam rangka menurunkan angka stunting di Nganjuk. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Pencegahan dan penurunan angka stunting bisa ditempuh dengan berbagai cara, salah satunya perbaikan asupan gizi. Selain menggalakkan kebiasaan memakan ikan, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Nganjuk juga melakukan sosialisasi program budidaya dan aneka olahan sayuran yang berlabel "Aku Hatinya PKK".

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Sri Wahyuni Marhaen Djumadi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menambah wawasan teknik penanaman dan pengolahan sayuran para Ketua PKK Kecamatan, Tim Pokja Kecamatan dan Kader PKK dari desa/kelurahan di Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan tersebut sangat luar biasa karena menjadi salah satu langkah strategis yang diambil Pemkab Nganjuk melalui TP PKK dalam mendukung penurunan angka stunting di Nganjuk.

"Perlu diketahui bersama kalau angka stunting di Nganjuk mencapai 25 persen. Melalui kegiatan ini kami menyerukan kepada masyarakat agar gemar menanam sayur di pekarangan rumah. Dan itu bisa menjadi kebiasaan yang baik untuk memenuhi gizi bagi anak serta keluarga," kata Sri Wahyuni, Rabu (21/9/2022).

Dijelaskan Yuni Marhaen, sapaannya, sayuran sangat penting bagi kehidupan karena menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap hari. “Jadi melalui kegiatan ini bisa menjadi langkah bersama mendukung pemenuhan asupan gizi bagi keluarga, khususnya untuk anak kita tercinta. Dan akhirnya bisa mengurangi angka stunting di Nganjuk," ucap Yuni Marhaen.

Lebih lanjut dikatakan Yuni Marhaen, budidaya dan aneka olahan sayuran merupakan salah satu sumber prioritas ketahanan pangan. Selain itu sebagai percepatan penganekaragam konsumsi panganan.

Dengan demikian, dilakukan pengolahan sayuran yang berfungsi untuk perbaikan penampilan, memperpanjang daya simpan dan peningkatan nilai tambah. "Apabila kita bisa mengolah sendiri sayuran dengan baik, maka bisa menambah nilai jual juga," tegas Yuni Marhaen.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada para peserta sosialisasi budidaya dan aneka olahan sayuran untuk mengikuti kegiatan tersebut sampai selesai. Karena nantinya peserta akan mendapatkan ilmu terkait pengelolaan sayuran dan bisa diimplementasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Dan memberikan manfaat kesehatan untuk anak-anaknya. "Itu yang bisa dipetik dari manfaat dari kegiaan sosialisasi itu," ucap Yuni Marhaen.

Sementara Ketua PKK Kabupaten Nganjuk, Ninik Sulistyo Fajar menambahkan, kegiatan tersebut selain bertujuan menambah wawasan dan teknik pengolahan sayuran, juga bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya konsumsi pangan yang bergizi, aman dan sehat untuk keluarga.

"Untuk itu, marilah kita berinovasi dengan berkreasi nyata untuk menciptakan pangan lokal yang aman, sehat dan bergizi," ujar Ninik. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved