Berita Lamongan

Lantik Pengurus DMI Lamongan, Kaji Yes Apresiasi Peran Masjid Dalam Pembangunan Peradaban

Keberadaan DMI Lamongan akan semakin memakmurkan masjid dan berperan penting dalam kemajuan peradaban generasi muda

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Bupati Lamongan, H Yuhronur Efendi menyalami para pengurus DMI Lamongan usai pelantikan di Pendopo Lokatantra, Rabu (21/9/2022). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Kabupaten Lamongan merupakan daerah berlanggam religius di mana peran masjid sangat penting dalam pembangunan peradaban dan mendidik kesalihan masyarakat. Dengan dasar itulah, Pemkab Lamongan menyalurkan bantuan Kehormatan Imam Masjid (UKIM) kepada sebanyak 400 imam masjid se-Kabupaten Lamongan, Rabu (21/9/2022).

Bantuan masing-masing sebesar Rp 2, 5 juta untuk para imam, ditambah jaminan BPJS untuk 216 imam masjid itu diterimakan secara simbolis dan diserahkan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat pelantikan Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Lamongan di Pendopo Lokatantra, Rabu (21/9/2022).

Di depan para pengurus DMI, Bupati Yuhronur mengupas fungsi masjid secara luas di era digital sekarang ini. Menurutnya, masyarakat harus bisa memaknai fungsi masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat beribadah saja, namun juga berperan untuk membangun peradaban serta kesejahteraan masyarakat.

"Keberadaan DMI Lamongan akan semakin memakmurkan masjid dan berperan penting dalam kemajuan peradaban generasi muda, " kata Kaji Yes.

Lebih-lebih, lanjutnya, saat arus teknologi dan globalisasi yang begitu cepat, keberadaan masjid sangat penting sebagai tempat menangkal gerakan radikalisme dan paham-paham yang menimbulkan kekerasan. "Inilah unsur masjid yang terus kita kembangkan kedepan,” tegas Yuhronur.

Ke depan diharapkan para pengurus DMI dapat menjalin komunikasi dengan para imam-imam masjid di Lamongan dalam menjadikan masjid sebagai media dakwah guna menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai keagamaan yang relevan.

Tidak hanya mengangkat masalah akhirat, namun di masjid juga dibahas permasalahan di dunia dari segi agama. Dan bagaimana di era digital ini, masjid dapat dijadikan peluang bagi pengurus untuk dakwah secara lebih luas.

Masjid juga harus menjadi tempat yang dapat memperdayakan umat Muslim berbasis ekonomi syariah, dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan untuk dapat menghasilkan produk yang mempunyai nilai jual. Mengingat masih banyak umat Muslim yang berada di kelas menengah kebawah.

"Terima kasih DMI Lamongan yang selama ini telah mendorong, memberikan motivasi kepada masyarakat tidak hanya pada persoalan peningkatan keimanan dan ketakwaan. Tetapi juga dalam persoalan-persoalan lain yang menjadi problematika di masyarakat yang ada di sekitar masjid," ujar Yuhronur.

Ia berpesan agar masjid terus mendorong masyarakat untuk pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara Ketua DMI Jatim, KH M Roziki mengungkapkan, peran masjid bisa lebih dioptimalkan fungsinya, selain untuk ibadah shalat juga sebagai pusat dakwah. “Anak muda sekarang lebih senang memegang gadget. Jadi mari kita lakukan berbagai cara seperti kajian, agar generasi muda lebih betah untuk melakukan dakwah di masjid,” kata Roziki yang turut hadir di acara tersebut.

Sementara Ketua DMI Lamongan masa bakti 2022-2027, Abdul Ghofur mengungkapkan, meski telah dilaksanakan musda tahun lalu dan belum dilakukan pelantikan, pengurus DMI tidak mengurangi kinerja selama menjalankan tugas.

“Dan Alhamdulillah hari ini bisa terlaksana (dilantik), sehingga DMI Lamongan semakin semangat dalam mengemban amanah, " ujar Ghofur. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved