DIBELA Ferdy Sambo Mati-matian, Brigjen Hendra Kurniawan Justru Terancam Pidana Baru karena Mafia

Begini nasib Brigjen Hendra Kurniawan, mantan anak buah Ferdy Sambo di Divpropam Polri yang terancam pidana baru gara-gara jet pribadi.

Editor: Musahadah
kolase istimewa
Brigjen Hendra Kurniawan diduga menggunakna jet pribadi milik bos judi sata menemui keluarga Brigadir J di Jambi. Ini sosok RBT alias Bong, sang pemiliknya. 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Nasib Brigjen Hendra Kurniawan, mantan anak buah Ferdy Sambo di Divpropam Polri, kini di ujung tanduk.

Brigjen Hendra Kurniawan terancam pidana baru setelah diduga menggunakan jet pribadi milik mafia saat ke rumah Brigadir J untuk menjelaskan kematian ajudan Ferdy Sambo beberapa waktu lalu.

Padahal, sebelumnya Brigjen Hendra Kurniawan dibela mati-matian Ferdy Sambo agar tidak dijerat dalam kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir J. 

Ferdy Sambo meyakinkan mantan anak buahnya ini tidak terlibat dalam kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir J yang didalangi.

Bahkan, Ferdy Sambo pasang badan dan menyebut Brigjen Hendra Kurniawan  adalah aset polri dan tidak layak dikenai sanksi kasus obstruction of justice.. 

Baca juga: PERNYATAAN Terbaru Susno Duadji Soal Pelecehan Istri Ferdy Sambo: Putri dan Kuat, Gak Ada Artinya

Hal ini terungkap dari surat tertanggal 30 Agustus 2022 yang ditulis  Ferdy Sambo  dan diunggah di akun Instagram pribadi Seali Syah selaku istri Hendra Kurniawan.

 Berikut isi lengkap surat Ferdy Sambo yang diunggah Seali Syah:

Surat Pernyataan

Saya yang bertandatangan di bawah ini:

Nama: Ferdy Sambo SH, SIK, MH
Pangkat: Inspektur Jenderal Polisi
NRP: 730202260
Alamat: Kompleks Polri Duren Tiga No. 46 Jak-Sel

Dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan-rekan sejawat Polri atas penyampaian atau penjelasan informasi yang tidak benar tentang kronologis kejadian meninggal Brigadir Nofriansyah Josua di TKP rumah dinas Duren Tiga.

Hal tsb saya lakukan atas skenario atau rekayasa fakta yang saya buat untuk menjaga kehormatan keluarga saya.

Berkaitan dengan kegiatan awal pengecekan dan pengamanan CCTV di pos satpam yang diduga dilakukan oleh BJP. Hendra Kurniawan dan KBP Agus Nurpatria adalah benar perintah saya selaku atasan langsung sesuai prosedur yang diatur dalam Perkap 01 tahun 2015 tentang SOP Penyelidikan.

Terhadap viralnya DVR CCTV pos satpam yang rusak sehingga menimbulkan laporan Polri di Dittipidsiber Bareskrim Polri, dan dugaan keterlibatan beberapa anggota saya adalah murni perintah dan tanggung jawab saya selaku Kadiv Propam saat itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved